BMW E46

Nama BMW 320i tentu bukan nama yang asing bagi sebagian besar konsumen otomotif di Indonesia, siapa yang tak kenal salah satu mobil terpopuler di jajaran BMW Series 3 itu. Namun ketika BMW Indonesia memutuskan memboyong kembarannya yang doyan minum solar yaitu BMW 320d tak sedikit yang bahkan belum pernah mendengar sepak terjang sedan Diesel keluaran BMW itu. Siapa sebenarnya 320d dan bagaimana sepak terjangnya selama ini? Simak perjalanan sedan Diesel dari keluarga Series 3 itu.

Melacak sepak terjang BMW 320d tentu tak bisa terlepas dari perjalanan panjang BMW Series 3 sendiri. Lini produk BMW ini meluncur pertama kali pada tahun 1975, dan kala itu dimensinya masih belum sebesar Series 3 yang kita kenal saat ini. Bahka kala itu BMW Series 3 merupakan salah satu sedan sport terkecil yang ada di pasaran.

Dalam perjalanannya kemudian BMW Series 3 menjadi simbol kesukesan para pengusaha dan eksekutif berusia muda yang karir atau usahanya sedang naik daun. Sama seperti kesuksesan yang diraih oleh para target marketnya, brand image yang dibangun oleh perusahaan Bavaria itu sukses diterima di seluruh belahan dunia hingga kini.
Kini dalam usianya yang sudah mendekati empat puluh tahun BMW Series 3 bertransformasi menjadi sebuah sedan premium dengan wheelbase yang lebih panjang ketimbang saat pertama kali dilincurkan dan desain yang lebih membulat.

Mesin empat silinder kini menjadi andalan dapur pacu semua tipe pada keluarga Series 3 baik yang berbahan bakar bensin maupun solar. Tak terkecuali dapur pacu BMW 320d, sedan diesel terbaik di kelasnya.

Sudah pasti dapur pacu bukanlah keunggulan satu-satunya yang ditawarkan oleh 320d. Konsumen mobil mewah dimanapun tahu bahwa untuk menikmati kemewahan sebuah mobil mula-mula dimulai justru dari dalam kabinnya.

Pengalaman selama bertahun-tahun membuat para desainer BMW paham akan kebiasaan ini, karenanya meski tak bisa dibilang istimewa namun desain kabin BMW 320d dirancang untuk memberikan nuansa mewah yang dikehendaki oleh para calon peminangnya dengan balutan bahan-bahan berkualitas.

Meski pada dashboardnya masih bisa terlihat betapa dominannya penggunaan bahan plastik namun berkat finishing yang sempurna kenyataan itu tak merubah kesan mewah yang ditampilkan oleh si 320d. Beberapa kelemahan pada kabin dari mobil BMW 320d kurang lebih sama seperti BMW 320i yaitu kualitas bahan kulit yang tidak terlalu baik serta penggunaan material plastik pada dashboard.

Jok di dalam kabin terasa nyaman, tebal dan supportif mungkin di kelasnya hanya Lexus IS yang mampu menyamai kenyamanan yang ditawarkan oleh jok BMW 320d ini.

Beralih ke dapur pacu, mesin berbahan bakar solar dengan kapasitas 2.0 liter empat silinder ini mampu menyemburkan tenaga maksimal 135 kW dan torsi melimpah 380 Nm.
Dengan torsi sebesar itu akselerasi BMW 320d terasa sangat meyakinkan dan tenaganya instan layaknya mobil berbahan bakar bensin. Memang dibandingkan BMW 320i terasa ada sedikit jeda pada 320d saat berakselerasi namun situasi itu hanya berlangsung sepersekian detik hingga akhirnya torsi melimpah pada mesin Diesel nya membuat mobil melaju bak sebuah kereta api.

Bukan torsi besar yang merupakan keunggulan mesin Diesel saja yang menjadi penentunya, namun bobot mobil BMW yang hanya 1430 kg turut berperan dalam menghasilkan akselerasi fantastis pada BMW 320d ini. 0-100 km/jam dicapai oleh mobil BMW bermesin Diesel ini dalam waktu 7,6 detik.
Pihak pabrikan mengklaim konsumsi BBM mobil BMW 320d 4,5 liter per 100 km meski saya sendiri hanya bisa meraih 6,2 liter pada pengemudian yang sebagian besar berada di mode Sport. Selain Sport mode lain yang tersedia adalah Eco Pro, Comfort dan Sport+

Suspensi BMW 320d sendiri mencermikan karakter yang umum ditemui pada mobil BMW lainnya, setting keras menjadikan mobil BMW melaju dengan stabil pada kecepatan tinggi namun sedikit mengorbankan kenyamanan saat dikendarai di dalam kota terlebih kala kondisi permukaan jalan tak terlalu baik.

Berkat suspensi aluminium double wishbone di bagian depan, five link di belakang dan steering tipe rack and pinion performa handling BMW 320d seolah tak memiliki cacat, sama persis seperti saudaranya si 320i yang mengkonsumsi bensin.

Pada kecepatan tinggi suara mesin Diesel BMW meski terbilang halus dibanding mesin Diesel pada umumnya namun tetap lebih berisik dibanding mesin berbahan bakar bensin, di luar itu kabin BMW 320d termasuk hening.
Suara bising justru berasal dari ban sebab seperti biasa BMW menggunakan ban run-flat, meski demikian dibanding run-flat tyres generasi sebelumnya model terbaru yang dipakai pada BMW 320d ini meredam suara lebih baik.

Secara keseluruhan BMW 320d masih merupakan sedan Diesel terbaik di kelasnya. Dapur pacu Audi A4 TDI belum mampu menghasilkan tenaga sebesar BMW, Lexus IS Prestige tak mampu menyamai performa handling 320d sementara meski banyak yang menganggap bahwa Mercedes 250 CDI lebih baik dari BMW 320d sayangnya saya tidak sependapat.

BMW 320d di Indonesia saat ini dibanderol Rp 659 juta sementara untuk Anda yang tetap memilih mesin bensin harga BMW 320i 2013 dibuka mulai Rp 599 juta untuk tipe Sport dan Rp 649 juta jika Anda menghendaki tipe Luxury.

Sumber: Auto Jetho’s
Previous
Next Post »