Seni Melindungi Mental Anak

Setiap orang tua tentunya akan terus menerus dan tiada jemu menjaga dan melindungi anak-anak mereka. Selain menjaga proses tumbuh kembang tubuh mereka orang tua selayaknya melindungi dan terus menjaga pertumbuhan mental mereka, karena pertumbuhan mental yang baik akan membantu menumbuhkan kemauan anak yang positif, ketahanan dalam menghadapi berbagai perubahan lingkungan dengan kemampuan beradaptasi yang baik, serta kemampuan mengungkapkan apa yang mereka rasakan terhadap orang lain dan kemampuan mempertahankan hak-hak mereka.



Beberapa hal penting yang harus diperhatikan orang tua dari anak-anak mereka agar anak-anak terhindar dari perasaan yang negatif adalah bimbingan yang penuh kasih sayang dan penjagaan agar anak-anak tidak mengalami hal-hal negatif berikut ini:

- Keterpurukan mental
Keterpurukan mental anak terjadi manakala anak terjerumus kepada hal-hal yang negatif sebagai reaksi terhadap apa yang dirasakannya. Mereka memiliki perasaan tidak nyaman dan tertekan lalu munculah perilaku negatif dan akhirnya menyebabkan keterpurukan mental dimana mereka merasa tidak mempunyai siapa-siapa yang bisa dijadikan tempat untuk berlindung, dikhawatirkan mereka berlaku anarkis dan destruktif atau merusak, mencelakakan teman dan lain sebagainya.

- Perasaan mengalami kegagalan dan ketidakmampuan
Salah satu sikap mental negatif yang bisa menimpa pada anak adalah perasaan mereka yang seolah-olah merasa gagal dan merasa tidak mampu berprestasi seperti anak-anak lain yang sebaya dengan mereka atau tidak mampu menjadi seperti yang diinginkan orang tua mereka. Sikap seperti ini terjadi manakala ada kegagalan dalam menjalin komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, sehingga anak merasa kini tidak disayangi lagi oleh orang tua mereka tidak seperti dulu waktu masih sangat kecil selalu diperhatikan oleh orang tua.

- Konflik dengan lingkungan dimana mereka berada
Konflik bisa disebabkan oleh kegagalan menjalin komunikasi yang baik dengan lingkungan baik lingkungan pertemanan, lingkungan persaudaraan maupun lingkungan sosial yang lebih luas. Biasanya kesenjangan sosial memainkan peranan penting bila tidak dikomunikasikan dengan baik sehingga anak tidak paham, seperti anak-anak dilingkungan tersebut memiliki mainan yang bagus atau kemampuan bermain game yang baik sementara ia tidak punya dan tidak mampu bermain game karena tidak pernah diajari dan lain sebagainya.

Orang tua harus berperan aktif menjadi orang pertama dan yang terdepan dalam menjaga dan memberi perlindungan kepada anak-anak diantaranya meliputi hal-hal berikut ini:

1. Memberi pemahaman tentang kemampuan-kemampuan anak, kelebihan-kelebihan atau potensi yang ada pada diri anak, serta pemahaman tentang hubungan baik dalam pertemanan, kekerabatan dan lingkungan sosial lainnya seperti lingkungan sekolah dan lingkungan bermain.

2. Memberi respon positif ketika perasaan anak sedang tidak baik dengan cara menyimak dan memberi perhatian pada pengalaman yang mengganggu mental anak serta memberi arahan, menghibur hati anak dan memberi saran-saran dan nasehat lain yang bermanfaat bagi anak sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

3. Memberi motivasi agar anak mampu mengungkapkan perasaannya sehingga anak bisa bergaul dan dapat mempertahankan hak-haknya di dalam lingkungan dimana mereka berada.

Orang tua seyogyanya bisa memahami dan aktif memberi respon tentang apa yang dikatakan anak. Rangsanglah anak untuk mampu mengatakan situasi-situasi yang menyebabkan timbulnya perasaan-perasaan mereka. Ketika anak bisa mengungkapkan perasaan mereka, maka orang tua bisa membantu mncari solusi-solusi untuk mengatasi problem yang mereka hadapi, dengan demikian ketegangan-ketegangan pada anak bisa diredam dan tindakan-tindakan reaktif sebagai reaksi atas tekanan-tekanan dalam perasaan anak bisa dihindari.

Previous
Next Post »