Menjadi Teladan bagi Anak di contohkan Lingkungan.

Perkembangan jiwa anak-anak tumbuh mengikuti lingkungan dimana mereka berada. Pada awal perkembangannya mereka menganggap bahwa orang tua dan orang-orang dewasa yang menjadi pendidiknya merupakan panutan ideal yang dijadikan teladan. Anak-anak berada pada masa meniru perilaku orang lain, perilaku baik atau buruk yang mereka tiru itulah yang akan menjadi karakternya kelak ketika mereka tumbuh dewasa.

Orang tua akan mencetak perilaku anak-anak dengan sikap yang mereka perlihatkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa pengaruh keteladanan orang tua dan orang dewasa terhadap anak diantaranya keteladanan sangat mempengaruhi mental anak serta bisa menjadi pendorong utama keberhasilan pendidikan anak.



Hal ini yang tercantum di dalam Al-Qur’an bagaimana Allah swt mendidik manusia dengan mengutus rasul pilihannya agar menjadi teladan bagi manusia tercermin dalam surat Al Ahzab ayat 21.

Kepribadian Rasulullah saw adalah teladan yang baik bagi umat. Keteladanan yang diperlihatkan oleh Rasulullah saw diantaranya:
- Akhlak yang baik
Akhlak Rasulullah saw paling baik,
Aisyah r.a pernah ditanya tentang akhlak Rasululloh saw, beliau menjawab “Akhlak beliau adalah Al-Qur’an”.

- Tidak membohongi anak
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal bersumber dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa mengatakan kepada anaknya “Kemarilah aku beri sesuatu”, tetapi tidak memberinya, maka itu merupakan kebohongan”.

Tuntunan dari Rasul saw ini menekankan agar para orang tua dan pendidik benar-benar menerapkan karakter kejujuran yang akan dijadikan teladan oleh anak-anak.

Anak-anak akan mengamati perilaku orang tua atau pendidiknya
Bila orang dewasa disekitarnya berperilaku jujur maka anak akan mencontohnya sehingga mereka akan terbiasa hidup dalam kejujuran, sebaliknya bila kebohongan merajalela dilingkungan dimana anak tinggal maka cepat atau lambat perilaku tersebut akan melakat dan menjadi karakter anak.
Orang tua dan para pendidik merupakan contoh atau teladan yang ideal bagi anak, dimana anak akan cenderung mencontoh perilaku mereka dan menganggapnya perilaku yang baik dan layak untuk ditiru.

- Bersikap lurus
Orang tua atau pendidik harus bisa menerapkan sikap yang baik dan lurus dihadapan anak-anak, jangan menampakkan sikap yang kontradiktif yang akan mebingungkan anak-anak. Seperti mengatakan jangan berbohong kepada anak-anak mereka tapi mereka suatu kali berbohong dihadapan anak-anak, atau menyuruh anak menjaga kebersihan, sementara tanpa sadar orang tua makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu didepan anak-anak, hal ini akan membingungkan anak-anak.

- Konsisten dengan ucapan dan perbuatannya
Rasulullah saw selalu konsisten melaksanakan tuntunan Islam dan para sahabatnya akan mengikuti beliau saw sehingga karakter yang baik lambat-laun tertanam kuat pada diri para sahabat Nabi saw.
Ibnu ‘Abbas r.a yang tergolong sahabat Nabi saw yang sangat muda belia, senantiasa melakukan perilaku yang dicontohkan oleh rosululloh saw. seperti yang diceritakan dalam Hadits Riwayat Bukhori, bahwa suatu ketika Ibnu ‘Abbas r.a menginap dirumah bibinya, Maimunah, pada suatu malam. Maka Nabi saw berdiri (untuk shalat malam). Beliau saw berwudlu dari ember yang tergantung dengan wudlu yang ringan. Kemudian berdiri shalat, dan aku pun bangun untuk berwudlu seperti wudlu beliau kemudian aku kembali (dari berwudlu) dan berdiri di samping kiri Rasulullah saw, maka beliau saw memindahkan ke sebelah kanannya kemudian ia shalat…” (Riwayat Bukhori).

Beberapa riwayat sahabat yang melakukan suatu amal shaleh ketika ditanya mereka menjawab bahwa mereka ingin melakukan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah saw.
Previous
Next Post »