Kenali Kualitas Air Tambak Budidaya Udang dari Warnanya

Kenali Kualitas Air Tambak Budidaya Udang dari Warnanya. Mengenali kualitas air tambak budidaya udang bisa dilihat dari warnanya, karena warna air tambak bisa dijadikan indikator adanya kandungan berbagai organisme yang hidup di dalamnya terutama keberadaan fitoplankton dan zat-zat unsur hara serta logam berat. Manfaat dari melihat indikator warna air tambak bisa dijadika acuan yang praktis untuk segera mengambil tindakan strategis agar budidaya udang tetap dalam kondisi yang prima sampai panen tiba.


Kandungan organisme dan unsur-unsur yang terdapat dalam air tambak ada yang bermanfaat untuk kesehatan dan pertumbuhan udang terutama fitoplankton yang bermanfaat sebagai pakan benih udang, serta kandungan-kandungan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan fitoplankton, dan ada unsur-unsur yang bersifat racun sehingga bisa menimbulkan penyakit pada udang dan bisa menyebabkan kematian seperti kandungan asam sulfat dan nitrogen yang tinggi pada air tambak bersifat racun bagi udang sehingga bisa membuat udang sakit dan stress.

1.    Warna air tambak kuning, kuning kehijauan dan hijau muda

Dalam tambak terdapat fitoplankton namun jumlahnya sedikit dan kapasitasnya masih kurang untuk bisa mendukung kebutuhan pakan benih udang, serta kapasitasnya belum stabil sehingga diperlukan pemupukan TSP /urea untuk menumbuhkembangkannya. Taburkan pupuk TSP di tambak budidaya udang dan periksalah perubahan warna air setiap hari baik pagi hari, siang hari dan sore hari. Bila ada perubahan warna air tambahkan kapur pertanian atau dolomit sekitar 10 ppm untuk menanggulangi keasaman tanah tambak yang dicirikan dengan air berwarna kuning.

2.    Warna air tambak hijau tua

Air tambak hijau tua mengindikasikan adanya kadar atau kapasitas fitoplankton dalam jumlah sedang dan cukup stabil. Untuk meningkatkan kapasitas fitoplankton lakukan pemupukan dengan menambahkan pupuk TSP (SP-36) sambil melihat perubahan warna air. Ulangilah pemupukan seminggu sekali.


3.    Warna air tambak hijau kecoklatan

Air tambak berkualitas baik dengan kapasitas fitoplankton mencukupi seperti adanya chaetoceros spp, Nitschia spp dan lainnya. Kondisi air tambak perlu dipertahankan dengan memberi pupuk setiap minggu.

4.    Warna air tambak hijau biru

Di dalam air tambak budidaya udang terdapat organisme alga yang hidup di air tambak berjenis Blue green algae (BGA), Oscillatoria dan Anabaena. Namun warna tambak hijau biru menandakan ada udang yang keropos. Tindakan yang perlu dilakukan adalah segera mengganti air tambak dan taburkan kapur pertanian (dolomit) sebanyak 5-10 ppm. Kemudian lakukan pemupukan dengan memberi pupuk TSP (SP-36).

Periksalah perubahan warna air setiap hari, bila pagi hari warna air kuning, ketika siang warna air hijau dan sore hari warna air biru berarti perlu ditaburkan kapur pertanian (dolomit) sebesar 10 ppm

5.    Warna air tambak Hijau pekat

Pada air tambak terdapat fitoplankton beracun (Microcystis spp), kondisi air  pekat dan lengket seperti berlendir, sehinggan banyak udang dalam kondisi yang lemah dan sakit, untuk menanggulanginya masukan probiotik bakteri (baik) vibrio spp sebanyak 10 CFU/ mL, dan lakukan penggantian air baru yang berkualitas, kemudian taburkan kapur pertanian (dolomit) 10 ppm.

6.    Warna air tambak coklat

Kapasitas fitoplankton kurang, air tambak yang berwarna agak merah berarti bersifat sulfat masam. Langkah penanggulangannya dengan melakukan pemupukan setiap minggu dengan menggunakan pupuk urea dan SP-36 dengan perbandingan 2:1, dan menaburkan dolomit sebanyak 3-5 ppm. Tambak perlu direklamasi.


7.    Warna air tambak coklat merah

Warna air tambak merah mengindikasikan mengandung fitoplankton yang beracun seperti trichodesmium, Gymnodinium, dan lain sebagainya). Air ditambak sulfat masam sehingga diperlukan reklamasi lahan, pengapuran dan pemupukan dengan urea pada persiapan tambak perlu pembilasan tambak secara berulang-ulang.

8.    Warna air tambak hitam

Warna air tambak hitam mengindikasikan fitoplankton tidak tumbuh, dan terjadi pembusukan bahan organik dan menimbulkan racun bagi organisme , banyak hidrogen dan asam sulfat. Solusi terbaik adalah lumpur hitam harus dibuang dari tambak dan ditaburi kapur bakar


Referensi Kenali Kualitas Air Tambak Budidaya Udang dari Warnanya. dari: Muharjadi Atmomarsono dkk, Balai Penelitian Pengembangan Air Payau
Previous
Next Post »