Ciri Khas Kopi Arabika yang paling unggul di Dunia

Ciri Khas Kopi Arabika yang paling unggul di Dunia. Kopi arabika (Coffea arabica. L) adalah jenis kopi yang berasal dari Etopia kemudian dibudidayakan dan terus dikembangkan dibeberapa wilayah seperti Brasil, Abesinia dan wilayah lainnya sehingga bisa menguasai sekitar 70% perdagangan kopi dunia dengan nilai jual yang tinggi. Saat ini kopi arabika merupakan jenis kopi yang paling banyak ditemui di pasaran seluruh dunia.

Kopi arabika merupakan varietas kopi yang memiliki berbagai jenis sub-varietas yang tersebar di daerah-daerah di seluruh dunia. Masing-masing sub-varietas memiliki perbedaan-perbedaan yang khas tergantung kondisi daerah tempat kopi tersebut ditanam, karena setiap daerah yang memiliki kadar keasaman tanah, suhu, ketinggian dan iklim yang berbeda memungkinkan untuk menghasilkan sub-varietas yang memiliki perbedaan.

Secara umum varietas kopi arabika memiliki ciri khas tertentu yang berbeda dengan kopi robusta dan lainnya. Pusat budidaya kopi arabika terletak diwilayah yang beriklim tropis dan sub-tropis diantaranya benua Afrika terutama Afrika Tengah dan timur, Amerika Selatan, Asia Selatan serta Asia Tenggara.





Ciri-Ciri Kopi Arabika


Ciri-ciri kopi Arabika diantaranya sebagai berikut :


1.    Kopi arabika mampu menimbulkan aroma dan rasa yang kuat yang diduga disebabkan adanya senyawa asetaldehida, aldehid dan propanal yang terkandung di dalam biji kopi arabika.

2.    Kopi arabika memiliki rasa asam.

3.    Kopi arabika mempunyai kadar kafein yang relatif rendah dibanding varietas lainnya, yaitu pada biji kopi arabika mentah terkandung kafein standar sebesar 1,2 %, atau antara 0,8 - 1,4%.

4.    Kopi arabika memiliki varietas dan sub-varietas yang beragam dan berbeda-beda di tiap daerah.


Klasifikasi Kopi Arabika

Para ilmuwan menduga bahwa kopi Arabika dengan nama Latin Coffea Arabica diklasifikasikan pertama kali oleh Carl Linnaeus yang berkebangsaan Swedia tahun 1753. Klasifikasi ilmiah kopi torabika diantaranya sebagai berikut:
Kingdom; Plantae, Ordo; Gentianales, Family; Rubiaceae, Bangsa; Coffeeae, Genus; Coffea, Species; Coffea Arabica.


Tanaman Kopi Arabika


Ciri-Ciri Tanaman Kopi Arabika

Ciri-ciri tanaman kopi arabika yang membedakannya dengan tanaman kopi jenis lain diantaranya:
1.    Tinggi pohon kopi arabika bisa mencapai 3 m dan cabang primernya sekitar 120 cm.
2.    Ruas cabangnya berukuran pendek.
3.    Batangnya tegak, bulat, permukaan batang kasar, percabangan monopodial dan warna batang kuning keabu-abuan.
4.    Tanaman kopi arabika berbuah setahun sekali.
5.    Tanaman kopi arabika sangat peka terhadap perubahan suhu.
6.    Tanaman kopi arabika rentan terserang penyakit karat daun yang disebabkan oleh jamur HV (Hemiliea Vastatrix).

Tanaman kopi robusta lebih tahan terhadap serangan penyakit karat daun dibanding tanaman kopi arabika, sehingga tanaman kopi robusta mulai dikembangkan sehingga dominasi tanaman kopi arabika sedikit-sedikit mulai tergantikan oleh tananaman kopi robusta.



Ciri-Ciri Biji Kopi Arabika

1.    Bentuk biji kopi arabika ini sedikit pipih dan memanjang
2.    Ukuran  biji kopi arabika sedikit lebih besar dari biji kopi robusta.
3.    Tekstur biji kopi arabika cukup halus (lebih halus dari biji kopi Robusta).

Syarat Tumbuh Tanaman Kopi Arabika

-    Tanaman kopi arabika bisa tumbuh secara optimal pada ketinggian 700–1700 m di atas permukaan laut (dpl). Bila ditanam pada daerah dengan ketinggian kurang dari 700 meter dpl tanaman kopi arabika sangat rentan terkena serangan penyakit karat daun. Di Indonesia tanaman ini bisa tumbuh secara optimal pada ketinggian 1200 meter dpl.
-    Suhu optimal tanaman kopi arabika berkisar antara 16-20 °C.
-    Iklim yang baik untuk tanaman kopi adalah iklim kering tiga bulan berturut-turut.


Jenis Kopi Arabika

Jenis kopi arabika sangat banyak dan daerah penghasilnya tersebar di seluruh belahan dunia. Berikut ini contoh kopi arabika yang sudah dikenal di seluruh dunia, diantaranya :

-    Colombian coffee atau Kopi Kolombia
Jenis kopi ini mulai dikenal di Kolombia pada tahun 1800. Saat ini Kolumbia menjadi negara penghasil kopi terbesar kedua setelah Brasil. Kolumbia memasok sekitar 12% kopi di dunia.
-    Colombian Milds
Jenis kopi ini  merupakan kopi yang dihasilkan di Kolombia, Tanzania dan Kenya.
-    Costa Rican Tarrazu, yang ditanam di daerah San José, Costa Rica.
-    Guatemala Huehuetenango, ditanam di Guatemala.
-    Ethiopian Harrar, berasal dari daerah Harar, Ethiopia
-    Ethiopian Yirgacheffe, berasal dari daerah Yirga Cheffe di Ethiopia.
-    Hawaiian Kona coffee, ditanam di distrik Kona, Hawaii.
-    Jamaican Blue Mountain Coffee, kopi yang bernilai tinggi di tanam di Blue Mountains,  Jamaika.
-    Java coffee atau Kopi Jawa dihasilkan di pulau Jawa, Indonesia.
-    Kenyan, kopi dari Kenya yang sangat dikenal rasa dan tingkat keasamannya.
-    Mexico, kopi yang dikenal berbiji keras.
-    Mocha, jenis atau varietas kopi yang khas dari Yemen. Mocha ini buka kopi yang disajikan dengan campuran cokelat (kakao), tapi nama pelabuhan pusat perdagangan kopi pada jaman dahulu di Yemen.
-    Santos, jenis kopi arabika yang dikenal memiliki keasaman yang rendah yang ditanam di Brasil.
-    Sumatra Mandheling, kopi yang ditanam di daerah suku Batak Mandailing di Sumatera Utara, Indonesia.
-    Sumatra Lintong, merupakan kopi dari daerah Lintong di Sumatra Utara, Indonesia.
-    Gayo Coffee, kopi yang berasal dari Gayo -nama suku di Aceh-  Indonesia.
-    Sulawesi Toraja Kalosi, kopi yang ditanam di pegunungan di daerah Toraja, Sulawesi dan hasil panen kopi ini dikumpulkan di Kalosi. Kalosi sendiri merupakan nama daerah pusat pengumpulan kopi di Sulawesi.
-    Tanzania Peaberry, kopi yang di tanam di Gunung Kilimanjaro, Tanzania.
-    Uganda, menghasilkan kopi arabika yang dikenal dengan nama Bugishu. Meskipun sebagian besar kopi yang dihasilkan dari Uganda ini adalah kopi robusta.





Biji Kopi Arabika

-    Biji kopi arabika mengandung kafein sekitar 1,2% sehingga hasil seduhannya tidak terlalu pekat.
-    Biji kopi arabika yang telah diolah memiliki rasa cukup lembut, agak manis karena mengandung sukrosa atau gula, dan ada rasa asam. 
-    Aroma biji kopi arabika dikenal wangi campuran bunga dan buah-buahan.

Campuran Kopi Arabika

Campuran kopi yang dikenal dengan istilah mix atau blend sering dilakukan guna memperoleh kopleksitas rasa dan memperkaya aroma kopi. Kopi arabika sering dicampur dengan beberapa jenis bahan baik bahan campuran dari jenis kopi yang berbeda jenis atau campuran lain seperti cokelat atau kakao, susu, gula dan bahan lainnya.

-    Campuran kopi arabika denga jenis kopi lainnya
Misalnya campuran kopi arabika dari jenis Hawaiian Kona dan Jamaican Blue Mountain yang berkualitas tinggi dan harganya yang mahal dengan jenis kopi arabika yang kualitasnya dan harganya standar untuk mendongkrak kualitas dan harga jual kopi arabika yang berkualitas standar.

-    Campuran kopi arabika dengan bahan lain
Misalnya campuran kopi arabika dengan bahan cokelat (kakao) yang menghasilkan kopi Mocha, campuran kopi arabika dengan berbagai bahan lainnya ditujukan untuk menghasilkan rasa kopi yang unik.

Pencampuran kopi arabika dengan bahan lain seringkali melahirkan produk yang baru dan cukup dikenal, contoh produk campuran kopi arabika yang beredar di pasaran seperti: kopi arabika excelso atau kopi excelso arabica, kopi excelso java arabica, kopi arabika nescafe, kopi arabika susu atau kopi arabika susu kambing, kopi luwak arabica atau arabica luwak blend, dan lain sebaginya.

Kopi Arabika di Berbagai Negara

Produk kopi arabika yang dihasilkan oleh berbagai negara di dunia internasional dikenal dengan nama negara penghasil kopi arabika diantaranya kopi arabika Brasil, kopi arabika Indonesia, kopi arabika Malaysia, kopi arabika Takengon, kopi arabika Wine, kopi arabika Guarana, kopi arabika Kalosi, kopi arabika Vietnam dan lainnya.


Kopi Arabika di Indonesia

Kopi arabika di Indonesia mulai ditanam semenjak dibawa masuk oleh Dutch East India Co.,  sebuah perusahaan dagang Belanda tahun 1696 (Yahmadi, 2007), semenjak saat itu budi daya kopi arabika di Indonesia terus berkembang. Sub-varitas atau jenis kopi arabika yang ditanam dan dikembangkan di Indonesia diantaranya jenis kopi arabika Pasumah, kopi arabika Marago, kopi arabika Congensis, kopi arabika Typica dan juga jenis kopi arabika Abesinia.

Budidaya kopi arabika di Indonesia sebagian besar dipusatkan di daerah Sumatera seperti Aceh dan Toraja, Sumatera Utara, dan daerah Jawa,  yang menghasilkan jenis-jenis kopi arabika terbaik di Indonesia dan sudah dikenal di dunia Internasional. Demikian inforamsi tentang Ciri Khas Kopi Arabika yang paling unggul di Dunia
Previous
Next Post »