Cara Pengapuran Tambak Budidaya Udang yang Praktis dan Mudah

Cara Pengapuran Tambak Budidaya Udang yang Praktis dan Mudah. Proses budidaya udang yang efektif dan efisien diharapkan akan membuat hasil panen sukses dan melimpah. Proses budidaya udang yang dimulai dari pengolahan tanah tambak, pengelolaan air yang berkualitas, pemilihan dan penaburan benih, pengelolaan dalam proses pembesaran udang sampai masa panen tiba. Salah satu unsur penting dari pengolahan tanah tambak adalah pengapuran. Pembudidaya udang seyogyanya mempraktekkan cara pengapuran tambak budidaya udang yang sesuai.

Keteledoran dalam pengapuran tambak budidaya udang akan berakibat fatal karena tanah tambak akan bersifat terlalu asam yang membahayakan benih udang. Pengolahan tanah dilakukan pada tahap awal budidaya udang sebelum air tambak dialirkan dan sebelum benih udang ditebarkan. Kesalahan dalam pengolahan tanah tambak bisa menyebabkan kegagalan panen akibat udang yang mati.


Salahsatu penyebab kematian udang adalah karena pada awalnya terjadi stress pada udang yang salahsatunya diakibatkan oleh tanah tambak yang terlalu bersifat asam, apalagi ketika hujan turun maka tanah tambak akan semakin bersifat asam. agar keasaman tanah tambak bisa netral maka harus dilakukan pengapuran tambak.

Cara pengapuran tambak budidaya udang dilakukan dengan pemberian kapur ke dalam tanah tambak. Tujuan utama pengapuran tambak bukan karena tanah kekurangan unsur kalsium namun karena keasaman tanah terlalu tinggi sehingga pH tanah harus dinaikkan dengan pengapuran tambak.

Kualitas pH tanah yang stabil akan membuat benih udang sehat dan mendukung pertumbuhan udang, serta air tambak akan terhindar dari keracunan zat-zat seperti aluminium dan logam berat lainnya yang membahayakan udang dan unsur bitik lainnya di dalam tambak.

Pengapuran tambak budidaya udang akan membantu mentralkan tanah sulfat masam. Kriteria tanah sulfat masam diantaranya:

1.    pH tanah rendah sekitar 3-5 dimana pada tanah ber pH rendah seperti ini unsur-unsur yang dibutuhkan organisme seperti unsur fosfor kurang tersedia dan sulit diserap, begitu juga unsur-unsur lain seperti kalsium dan magnesium kurang tersedia.

2.    Unsur besi (Fe) seringkali terlalu tinggi sehingga bisa meracuni organisme

3.    Unsur aluminum (Al) seringkali terlalu tinggi dan bisa bersifat toksik (racun).

4.    Kekurangan fosfor pada tanah ber-pH rendah sering dibantu dengan penambahan pupuk yang mengandung fospor (P) namun hal ini tidak banyak membantu selama unsur beracun di tanah tambak berupa unsur-unsur logam-logam berat tidak dihilangkan seperti unsur-unsur molibdium, besi, aluminum, mangan dan lain sebaginya.

Mengapa pengapuran tambak budidaya udang penting bagi kesehatan benih udang?, karena bila tanah tambak asam atau ber-pH rendah maka air tambak pun akan ber-pH rendah pula. Jadi cara meninggikan pH air tambak harus meninggikan pH tanah tambak terlebih dahulu.




Selain itu kapur akan berfungsi sebagai desinfektan sebagai penyedia fosfor sebagai unsur hara yang dibutuhkan plankton, plankton ini salah satu nutrisi alami yang diperlukan oleh benih udang selain pakan buatan atau pellet.

Cara pengapuran tambak budidaya udang diantaranya sebagai berikut:

1.    Keringkan tambak beberapa hari agar bakteri dan parasit di tambak mati.

2.    Mencangkul tanah agar tanah bagian bawah terangkat.

3.    Taburkan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit secara merata. Banyaknya kapur yang ditaburkan di tanah tergantung besaran pH tanah. Sebaiknya pembudidaya mengetahui berapa pH tanah tambak budidaya udang, sehingga bisa ditentukan berapa banyak kapur yang dibutuhkan.

4.    Campurkan air ke dalam tanah tambak sehingga tanah tambak cukup basah.

5.    Aduklah kapur yang sudah disebar dengan tanah berair secara merata.


Previous
Next Post »