Wednesday, 1 November 2017

Filled Under:

Cara budidaya kopi Robusta secara optimal dan praktis

Cara budidaya kopi Robusta secara optimal dan praktis. Cara budidaya kopi robusta yang optimal hampir sama dengan budidaya kopi jenis lainnya, hanyasaja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena memiliki perbedaan yang prinsipil dengan cara budidaya kopi jenis lainnya terutama menyangkut persyaratan tumbuh kopi robusta, khususnya ketinggian lahan,  jenis bibit unggul dan jarak tanam kopi robusta sesuai jenis bibit unggul yang digunakan.

Tanama Kopi


Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam cara budidaya kopi robusta yang optimal diantaranya sebagai berikut:

1. Syarat tumbuh kopi robusta


a.    Iklim untuk budidaya kopi robusta
-    Tanaman kopi robusta dapat tumbuh secara optimal pada iklim tropis dan sub-tropis dengan ketinggian lahan dari mulai ketinggian 100 meter dpl sampai ketinggian 600 meter dpl.

-    Curah hujan yang optimal bagi tanaman kopi robusta berkisar antara 1.250 sampai dengan 2.500 mm per/ tahun.

-    Tanaman kopi robusta membutuhkan bulan kering dalam satu tahun sekitar 3 bulan untuk tumbuh secara optimal.

-    Suhu udara yang optimal bagi pertumbuhan tanaman kopi robusta sekitar 21 – 24 derajat celcius.

b.    Kondisi tanah untuk budidaya kopi robusta

-    Kondisi lahan untuk pertumbuhan kopi robusta yang optimal hampir sama dengan kondisi lahan pada tanaman kopi jenis lainnya diantaranya lahan tanah dipilih yang gembur dan subur sampai kedalaman 1 meter dari permukaan dan angka kecukupan bahan organik di tanah mencapai lebih dari 35%,  agar akar kopi bisa mengambil makanan dari dalam tanah sehingga pertumbuhan kopi robusta optimal.

-    Kemiringan lahan tanah untuk kopi robusta diupayakan tanah datar dengan kemiringan kurang dari 30 %, jangan terlalu curam. Tekstur tanah yang digunakan tanah berlempung dengan lapisam atas yang gembur.

-    Kadar keasaman tanah atau pH tanah yang optimal mencapai 5,5 – 6,5, serta tersedia unsur-unsur hara di tanah terutama unsur Ca, Mg, dan unsur  N, P, K.


2. Elevasi untuk budidaya kopi robusta


Elevasi atau ketinggian lahan kopi robusta terbagi 4 bagian, yaitu:

a.    Ketinggian lahan yang sangat optimal dan sangat sesuai untuk pertumbuhan kopi robusta yaitu berkisar dari mulai 300-500 meter di atas permukaan laut.
b.    Ketinggian lahan yang optimal dan sesuai untuk pertumbuhan kopi robusta yaitu berkisar dari mulai 500-600 meter di atas permukaan laut.
c.    Ketinggian lahan yang kurang optimal dan kurang sesuai untuk pertumbuhan kopi robusta namun masih bisa digunakan dengan mengupayakan rehabilitasi lahan serta pemupukan yang baik yaitu berkisar dari mulai 600-700 meter di atas permukaan laut.
d.    Ketinggian lahan yang tidak sesuai untuk pertumbuhan kopi robusta yaitu ketinggian lahanlebih dari 700 meter di atas permukaan laut. Lahan dengan ketinggian seperti ini optimal untuk pertumbuhan kopi jenis arabika.

3. Jarak tanam dan lubang tanam tanaman kopi robusta


-    Jarak tanam untuk tanaman kopi robusta yang sesuai dan optimal diantaranya jarak tanam berukuran  2,5 meter x 2,5 meter atau jarak tanam 3,0 meter x 2,0 meter. Sesuaikan jarak tanam dengan jenis bibit uggul yang digunakan dan kontur lahan. Bila lahan kurang memungkinkan seperti lahan yang miring maka jarak tanam disesuaikan dengan kondisi lahan atau mengikuti kontur lahan.

-    Lubang tanam untuk kopi robusta masih sama dengan jenis kopi lainnya yaitu ukuran lubang dibagian atas atau permukaan lahan sebesar 60 cm x 60 cm dengan kedalaman lubang tanam 60 cm dan ukuran bagian bawah atau di dasar lubang tanam sebesar 40 cm x 40 cm.

-    Pembuatan lubang tanam sekitar 6 bulan sebelum penanaman kopi di lahan perkebunan dengan menambahkan pupuk organik pada lubang tanam terutama untuk tanah yang kurang gembur dan kurang kandungan unsur hara. Sementara tanah hutan yang subur dan memiliki kandungan bahan organik yang cukup tidak terlalu membutuhkan pemupukan. Lubang tanam ditutup sebanyak 2/3 bagiannya ketika sudah mencapai 3 bulan sebelum tanam agar sisa-sisa akar tanaman lain, gulma, dan batuan tidak masuk ke lubang tanam, kemudian pasanglah ajir ditengah lubang tanam.

-    Selama persiapan lahan (6 bulan) persiapkan bibit dengan melakukan pembenihan kopi robusta unggul, dan bisa juga memanfaatkan lahan yang belum digunakan untuk menanam tanaman palawija atau kacang-kacangan, umbi-umbian dan lainnya yang bisa dipanen sebelum penanaman bibit kopi.


E. Bibit kopi robusta unggul 


-    Penanaman bibit menggunakan bibit kopi robusta unggul diantaranya bibit yang tahan penyakit dan hasil produksi biji kopinya banyak dan sehat. Bibit unggul untuk kopi robusta banyak didapatkan dari hasil klon dari 2 sampai 4 jenis bibit tanaman yang berbeda, dengan batang bawah klon dari jenis robusta BP 308 yang tahan hama, dan untuk klon bagian atas bisa dipilih yang menghasilkan biji kopi yang besar dan banyak serta cocok lengan ketinggian lahan dan lingkungan perkebunan kopi dimana bibit ditanam.

-    Komposisi klon bisa dipilih sendiri oleh pembudidaya, misalnya klon yang bisa digunakan menurut anjuran Kementrian Pertanian diantaranya klon kopi robusta BP 42 : BP 234 :  BP 409 dengan perbandingan 2:1:1 untuk lahan dengan ketinggian kurang dari 400 meter di atas permukaan laut, dan klon kopi robusta BP 42 : BP 234 :BP 358 : SA 237  dengan perbandingan 1:1:1:1 untuk ketinggian lahan di atas 400 meter di atas permukaan laut.

F. Penanaman Bibit Kopi Robusta


Penanaman bibit kopi robusta dan cara budidaya kopi robusta lainnya yang berkisar sekitar pemupukan, pengendalian hama, antisipasi penyakit kopi, pemanenan dan pengolahan buah dan biji kopi hampir sama dengan jenis kopi lainnya.