Cara budidaya Kopi Arabika mudah dan praktis

Cara budidaya Kopi Arabika mudah dan praktis. Cara budidaya kopi arabika harus memperhatikan persyaratan tumbuh kopi jenis arabika, karena akan berbeda dengan syarat tumbuh kopi jenis lainnya seperti kopi robusta atau kopi liberika. Dalam budidaya kopi arabika harus memperhatikan juga jarak tanam kopi, hal ini tergantung sub-jenis kopi arabika yang akan dibudidayakan.

Dalam budidaya kopi arabika harus dipilih benih kopi unggul yang tahan hama dan produktivitasnya bagus. Benih kopi arabika yang tahan serangan hama dan penyakit mutlah diperlukan karena bila tanaman kopi terserang hama penyakit bisa merembet ke tanaman lain secara endemik yang bisa mengakibatkan kegagalan panen.



Cara budidaya kopi arabika yang efektif dan efisien harus memperhatikan bebrapa hal berikut ini, yaitu diantaranya:


1. Persyaratan Tumbuh Tanaman Kopi Arabika

Tanaman kopi arabika memiliki persyaratan tumbuh yang berbeda dengan jenis kopi lain. Persyaratan tumbuh kopi arabika yang harus diperhatikan terutama menyangkut ketinggian tempat, kondisi tanah, dan jarak ataman kopi.


a. Iklim untuk Budidaya Kopi Arabika


Kopi arabika sangat baik ditanam didaerah yang beriklim tropis dan sub-tropis. Beberapa hal menyangkut iklim bagi tanaman kopi arabika diantaranya:

1) Ketinggi tempat yang baik untuk budidaya kopi arabika adalah berkisar antara 1.000 s/d. 2.000 meter di atas permukaan laut.
2) Budidaya kopi arabika membutuhkan curah hujan yang mengguyur lahan perkebunan kopi sebesar 1.250 - 2.500 mm per tahun.
3) Hal yang penting dalam syarat tumbuh tanaman kopi arabika adalah bulan kering dalam satu tahun harus ada 1 – 3 bulan dengan curah hujan dibawah 60 mm per bulan.
4) Suhu udara diareal perkebunan kopi arabika yang optimal berkisar antara 15-25 derajat Celcius.


b. Kondisi Tanah untuk Budidaya Kopi Arabika


Beberapa hal yang harus diperhatikan menyangkut kondisi tanah pad abudidaya kopi arabika diantaranya sebagai berikut :

1)    Lahan tanah untuk budidaya kopi arabika yang paling baik adalah tanah yang datar, namun bila tanah berkontur miring maka kemiringan yang disarankan adalah kurang dari 30%. Bila kemiringan tanah sangat curam (lebih dari 30%) maka sebaiknya lahan tanah budidaya kopi arabika dibuat teras-teras (terasering) untuk menahan erosi tanah.

2)    Kedalaman tanah yang efektif harus lebih dari 100 cm. jadi tanah yang akan digunakan budidaya kopi arabika harus memiliki kesuburan dan tersedianya unsur hara dipermukaan tanah sampai ke kedalaman tanah 100 cm dari permukaan.

3)    Tekstur tanah yang dibutuhkan untuk budidaya kopi arabika adalah tanah berlempung (loamy) dan bagian permukaan tanah gembur atau remah. Tanah lahan yang dihindari adalah tanah sangat liat atau tanah pasir yang tak berlempung.

4)    pH atau keasaman tanah untuk budidaya kopi arabika berkisar antara 5,5 – 6,5.

5)    Tanah lahan memiliki kandungan unsur hara  yang tinggi diantaranya unsur N, P, K, Mg dan Ca. Bila unsur hara tanah lahan kopi arabika kurang maka harus dilakukan pemupukan yang mengandung unsur-unsur N, P, K, Mg dan Ca secara intensif dan berkelanjutan.

2. Elevasi (Ketinggian Lahan)  untuk Budidaya Kopi Arabika


Standar ketinggian lahan yang paling efektif dan paling sesuai untuk budidaya kopi arabika adalah ketinggian 1.000-1.500 meter di atas permukaan laut, namun ketinggian lahan sekitar 850-1.000 meter di atas permukaan laut juga cukup bagus dan sesuai dengan persyaratan tumbuh kopi arabika.

Lahan kopi arabika yang berada pada ketinggian 650-850 meter di atas permukaan laut kurang sesuai untuk persyaratan tumbuh tanaman kopi namun masih bisa digunakan dengan memperbaiki keadaan lahan sehingga bisa sesuai untuk syarat budidaya kopi arabika. Lahan dengan ketinggian di bawah  650 meter di atas permukaan laut tidak dianjurkan untuk budidaya kopi arabika.


3. Jarak Tanam dan Lubang Tanam Kopi Arabika


Jarak tanam pada budidaya kopi arabika yang optimal disesuaikan dengan jenis bibit yang digunakan. Ada tiga jenis tipe tanaman kopi arabika; ada tanaman tipe katai, tipe agak katai da n ada tipe jangkung. Ketiga tipe tanaman ini memiliki jarak tanam optimal yang berbeda-beda, diantaranya:

- Jarak tanam tanaman kopi arabika tipe katai yang optimal adalah 2 meter x 1,5 meter. Misalnya tanaman kopi arabika sub-jenis Kartika 1 dan Kartika 2.
- Jarak tanam tanaman kopi arabika tipe agak katai yang optimal adalah 2,5 meter x 2,0 meter. Misalnya tipe Sigarar Utang, AS 1 dan AS 2K.
- Jarak tanam tanaman kopi arabika tipe katai yang optimal adalah 2,5 meter x 2,5 meter. Misalnya tanaman jenis Gayo 1, Gayo 2 dan S 795.

Ukuran lubang tanam untuk budidaya kopi arabika hampir sama dengan kopi jenis lainnya yaitu lubang tanam di permukaan tanah berjarak 60 cm x 60 cm, dan di dasar tanah berjarak 40 cm x 40 cm, sementara kedalaman lubang tanam berkisar sekitar 60 cm. Namun besar lubang tanam ini disesuaikan dengan kondisi lahan. Lahan tanam yang kesuburannya kurang bagus harus dibuat lubang tanam yang agak besar agar pemupukan lebih banyak sehingga membantu kesuburan tanah.

Jarak antar lubang tanam disesuaikan dengan jarak tanam budidaya kopi. Pembuatan lubang tanam untuk budidaya kopi arabika dilakukan sekitar 6 bulan sebelum penanaman bibit kopi. Ketika sudah tiga bulan lubang tanam ditutup sebagian diisi dengan pupuk kandang atau kompos, dan dipasang ajir pada tengah-tengan lubang tanam. Sementara menunggu penanaman kopi, lahan yang kosong diluar lubang tanam bisa ditanami tanaman semusim seperti ketela rambat, kacang-kacangan, jagung dan lainnya yang bisa menguntungkan pembudidaya.

E. Penggunaan Bibit Unggul Kopi Arabika


Ketika membuat lubang tanam pada 6 bulan sebelum penanaman, pembudidaya kopi seyogyanya mempersiapkan bibit unggul kopi arabika melalui penyemaian benih biji kopi, pembibitan di bedengan atau pada polibeg, atau melalui cara klon maupun stek.

Pemilihan bibit unggul dalam budidaya kopi arabika harus dilakukan yang memiliki ketahanan penyakit cukup tinggi terutama tahan terhadap penyakit karat daun yang sering menyerang kopi arabika dan bersifat endemik.

Salah satu cara efektif mendapatkan bibit unggul yang tahan penyakit dan produktivitasnya tinggi bisa didapatkan di tempat penyediaan benih yang sudah mendapat sertifikat dari  kementerian pertanian. Pembibitan cara klon dipercaya bisa menghasilkan bibit unggul yang tahan penyakit seperti contoh bibit unggul dengan klon batang bagian bawah menggunakan bibit Robusta BP308 yang tahan penyakit dan klon batang bagian atas bisa menggunakan jenis arabika yang produktivitasnya tinggi dan citarasanya enak.


Bibit unggul kopi arabika yang didapat secara generatif dengan varietas/ pembenihan biji kopi diantaranya bibit arabika AB 3, arabika USDA 762, arabika S795, arabika Kartika 1, dan arabika Kartika 2.   Dan ada jenis-jenis bibit unggul kopi arabika anjuran baru yaitu jenis arabika Andungsari 1 (AS 1), arabika Sigarar Utang, arabika Gayo 1, dan arabika Gayo 2.  Penggunaan jenis bibit unggul ini disesuaikan juga dengan syarat tumbuh dan ketinggian lahan.

Bibit unggul kopi Arabika dengan cara vegetative atau klon diantaranya bibit arabika Andungsari 2-klon (AS 2K). 

F. Proses Budidaya Tanaman Kopi Arabika


Proses budidaya kopi arabika tidak jauh berbeda dengan proses budidaya jenis kopi lainnya (Robusta, Liberika dan lainnya) yang menyangkut pembuatan pohon penaung, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta panen dan pengolahan pasca panen.

Previous
Next Post »