Metode Motivasi dan Peringatan dalam Mendidik Anak




Metode Motivasi Anak dan Peringatan dalam Mendidik Anak. Setiap pendidik pasti akan berhadapan dengan metode memberikan motivasi dan memberikan peringatan dalam proses pendidikan. Hal ini di dasarkan pada dua sisi yang saling melengkapi, satu sisi pendidik perlu memotivasi anak didiknya agar terdorong untuk melakukan hal-hal terbaik dalam proses belajar mengajar agar mencapai keberhasilan yang gemilang, dan disisi lain pendidik pun berkewajiban mengingatkan tentang akibat-akibat buruk yang ditimbulkan dari perilaku mereka yang buruk sehingga akan menghambat keberhasilan mereka sendiri.

Metode memberikan motivasi dan memberitahukan peringatan adalah metode psikologis yang alami dan sangat efektif dalam memperbaiki akhlak anak. Metode ini merupakan metode pendidikan Nabi saw yang dijelaskan dalam Al-Quran. Al Qur’an memberikan motivasi untuk beramal baik yang akan berbuah kebaikan dan kenikmatan yaitu surge, dan Al-Quran pun memberikan peringatan atas orang-orang berperilaku buruk, lebih-lebih melakukan tindakan kekafiran dan perbuatan yang merusak dan melampaui batas dengan ancaman akibat yang buruk yakni dimasukan ke dalam neraka jahanam.

Metode motivasi dan peringatan dijelaskan dalam Al-Quran surat Fushilat ayat 46:
46. Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya. (QS Fushilat: 46)

Pada ayat-ayat lainnya di dalam al-Quran ada ayat-ayat yang khusus memberikan dorongan beramal baik dengan penjelasan yang rinci mengenai gambaran kenikmatan surga yang akan diperolehnya di akhirat kelak, dan ada ayat-ayat yang memberikan peringatan dan ancaman mengenai perbuatan buruk yang akan berakibat kesengsaraan di neraka yang dijelaskan secara gamblang.

Para orang tua dan pendidik dituntut untuk menerapkan metode motivasi dan peringatan ini kepada anak-anak dengan cara yang bijaksana jangan sampai anak-anak dibuat takut karena selalu dijelaskan akibat buruk dimasukkan ke dalam neraka, tanpa penjelasan yang cukup memadai tentang motivasi berbuat baik yang akan berakibat kenikmatan surga.

Beikut ini beberapa saran bagi pendidik dalam menyampaikan metode motivasi dan peringatan ini kepada anak :

1. Selalu menyebutkan akibat perbuatn baik dan buruk secara berimbang
Pendidik seyogyanya memberikan pengarahan yang berimbang antara motivasi dan peringatan, sebagaimana al-Quran selalu menyertakan penyebutan marah dengan ridha, takut dengan harap, serta neraka dan surga. Artinya kedua hal yang berlawanan ini ditujukan sebagai penerangan pada perilaku yang akan di pilih oleh anak, apakah ia akan memilih perilaku baik atau sebaliknya.
Penyebutan secara berimbang bukan juga berarti berkadar sama antara motivasi dan peringatan, namun disesuaikan dengan kondisi anak, namun jangan sampai peringatan disampaikan dengan sangat keras sehingga secara psikologis anak menjadi ketakutan.

2. Penjelasan bagi anak-anak lebih diberatkan pada kasih sayang
Kadar penyebutan antara motivasi dan peringatan bagi anak-anak menurut sebagian ulama hendaklah diberatkan pada motivasi berbuat baik dan akibat yang didapat adalah surga, hal ini disebabkan anak-anak perlu mengenal Allah yang bersifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan juga secara psikologis kondisi mental anak-anak lebih membutuhkan kasih sayang.

3. Memberi jalan keluar bagi anak yang terlanjur berperilaku buruk

Sebagian anak mungkin dikenal berperilaku buruk seperti suka melakukan perbuatan yang berbau kekerasan dan destruktif atau merusak, seperti suka memukul temannya, mendorong teman hingga jatuh, merebut barang milik orang lain, melawan dan lain sebagainya. Bagaimana cara memperbaiki perilaku anak yang terlanjur berwatak kurang baik?, dalam hal ini orang tua dan pendidik dituntut untuk lebih bersikap bijaksana menghadapi anak-anak yang memiliki kekhususan diantaranya bersikap agresif, salah satu jalan untuk memperbaiki akhlak mereka adalah dengan mengedepankan sikap kasih sayang dan kelembutan.

Salah satu metode untuk mengingatkan anak yang berperilaku buruk adalah dengan memberikan cerita tentang akibat yang akan diterima anak yang berperilaku tidak baik, jadi teguran disampaikan secara tidak langsung atau secara halus melalui cerita sehingga lambat laun anak akan memahami isi cerita dan bisa merubah perilaku mereka.
Previous
Next Post »