Manfaat dan Keutamaan Bercengkrama dengan Anak

Manfaat dan Keutamaan Bercengkrama dengan Anak. Anak-anak merupakan titipan dari Yang Maha Kuasa yang harus disayangi, dididik dan diberi teladan yang baik. Dalam mendidik dan menyayangi anak-anak, orang tua dan para pendidik harus berusaha untuk bisa dekat dengan mereka. Kedekatan dengan anak-anak akan memudahkan proses pendidikan karena penerimaan anak akan sangat besar sehingga anak akan lebih siap untuk menerima pendidikan baik pelajaran maupun perintah-perintah lainnya.
Bercengkrama dan bermain-main dengan anak-anak bisa menimbulkan kedekatan dengan mereka. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw sebagai teladan bagi manusia lainnya sangat menyayangi anak cucu beliau, hal ini dibuktikan dengan seringnya beliau saw bercengkrama dengan mereka.

bercengkrama dengan anak

Disebutkan dalam riwayat bahwa Rasulullah saw bercengkrama dan bercanda dengan cucu beliau yakni Hasan dan Husain. Mereka menaiki punggung Rasulullah saw dan beliaupun membawanya berjalan. Juga disebutkan Rasulullah bermain-main dengan anak-anak al-‘Abbas dan anak-anak sahabat lainnya. Hal ini sebagai contoh dan teladan bahwa orang tua dan para pendidik sudah seyogyanya bersikap lembut dan sayang terhadap anak-anaknya. Cara menyayangi anak-anak yang dicontohkan dalam Islam diantaranya mencium dan menggendong anak serta bercengkrama dengan mereka.

Bila membaca riwayat Rasulullah saw adalah orang yang paling menyayangi anak-anak, kemudian beliau saw menghimbau para sahabat untuk melakukan hal yang sama. Sebuah hadits yang bersumber dari Abu Ayyub al-Anshari ra, ia berkata “Aku masuk ke rumah Rasulullah saw sedangkan Hasan dan Husain (cucu beliau saw) sedang bermain di hadapan beliau saw atau di kamarnya”, maka aku berkata kepada Rasulullah saw: “Wahai Rasulullah apakah engkau mencintai mereka?”, Rasulullah saw menjawab: “Bagaimana aku tidak mencintai mereka. Mereka adalah dua kuntum bunga raihanah di dunia, dan aku selalu menciumnya”. Hadits Riwayat ath-Thabrani.
Rasulullah saw senang bercengkrama dan bermain-main dengan anak-anak, pernah suatu ketika Al-Barra bin ‘Azib mengatakan bahwa Rasulullah saw sedang shalat lalu datanglah Hasan dan Husain (cucu Rasulullah saw) atau salah satunya, semoga Allah meridhai mereka, dan mereka menaiki punggung beliau saw, jika beliau bangkit, beliau mengisyaratkan agar keduanya berpegangan. Kemudian beliau mengatakan, “Sebaik-baik kendaraan adalah kendaraanmu”. Hadits Riwayat ath-Thabrani.

Kasih sayang Rasulullah saw terhadap anak-anak segera diikuti oleh para sahabat beliau, para sahabat memposisikan dirinya sebagai anak kecil ketika bercengkrama dengan anak-anak. Umar bin Khathab mengatakan: “Sebaik-baik bapak yaitu menjadi sperti seorang anak kecil dalam keluarganya, dalam hal pergaulan, bersenda gurau dan bercengkrama dengan anak-anaknya”.

Pernah suatu ketika dikisahkan bahwa Abu Sufyan berkunjung ke rumah Muawiyah, sementara Muawiyah sedang dalam keadaan terlentang dan seorang anak kecil duduk di atas dadanya sambil merengek-rengek. Lalu Abu Sufyan berkata: “Jauhkan anak kecil itu darimu wahai Amirul Mukminin, Muawiyah menjawab: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa mempunyai anak kecil hendaklah bercengkrama dengannya” (diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir).

Bila melihat pada riwayat-riwayat pergaulan Rasulullah saw dan para sahabat dengan anak-anak, maka mereka adalah orang-orang yang sangat penyayang kepada anak-anak, mereka senantiasa bercengkrama dan bermain bersama anak-anak. Inilah perilaku orang tua yang harus diteladani dalam pergaulan dengan anak-anak sehari-hari.
Para salafus saleh dan para ulama juga menekankan pentingnya bercengkrama dan bermain-main dengan anak-anak. Imam Ghazali misalnya menyarankan agar anak-anak dibiarkan bermain-main selepas belajar al-Qur’an, karena anak-anak sangat suka bermain kalau dilarang dan dipaksa untuk terus belajar maka akan memadamkan nurani anak serta menghancurkan kecerdasannya sehingga masa depannya akan suram.
Bila para pendidik terlalu ketat dan memaksa anak-anak untuk terus belajar dan tidak memberi kesempatan untuk bermain-main maka anak-anak akan terus mencari jalan untuk bermain-main dan meninggalkan belajar.


Bahaya Waktu Luang Anak-anak




Orang tua yang baik tentunya akan mengarahkan anak-anak agar menggunakan setiap waktu dan kesempatan dengan hal-hal yang bermanfaat. Orang tua seyogyanya membantu anak-anak menyusun skedul aktivitas harian yang disesuaikan tingkat usia dan jenis kelamin mereka. Hal ini akan bermanfaat agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia dengan sesuatu yang tidak bermanfaat.

Anak-anak yang masih dalam proses perkembangan akan senantiasa berperilaku menurut kebiasaan yang berlaku sehari-hari dilingkungan dimana dirinya berada. Mereka akan menyerap informasi, melihat dan mendengar segala yang ada di lingkungannya. Mereka akan berperilaku baik bila kebiasaan yang diterapkan dilingkungannya diisi dengan aktivitas yang baik, dan sebaliknya jangan harapkan anak akan berperilaku baik bila kebiasaan sehari-hari yang berlaku dilingkungannya kurang baik atau kurang mengandung nilai manfaat.

Islam menghendaki manusia berperilaku baik dan mengisi setiap waktunya dengan kebaikan. Islam mengajarkan dari mulai bangun tidur, ke toilet, berpakaian, makan, beraktivitas, dan seterusnya sampai tidur kembali diisi dengan hal-hal yang baik. Hal ini salah satunya untuk memanfaatkan waktu yang benar-benar berharga agar digunakan untuk aktivitas yang baik dan mengandung nilai manfaat yang tinggi.

Anak-anak bisa diajari untuk senantiasa mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, disini peran orang tua sangat besar terutama dalam hal memberi teladan dan memberi pengarahan. Bagaimana mengisi waktu dengan hal yang baik, diantaranya setiap saat bisa diisi dengan aktivitas melaksanakan berbagai kewajiban, setelah selesai baru bisa menambahnya dengan segala ibadah yang sunat. Anak-anak bisa diarahkan untuk membaca dan menghafal al-quran agar waktunya terisi dengan hal yang bermanfaat bagi kehidupannya. Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah melakukan aktivitas sosial seperti menengok teman yang sakit, atau bersilaturahim mengaunjungi kerabat, ataupun mengunjungi majlis-majlis ilmu atau pengajian di sekitar rumah dan lain sebagainya.

Apa yang berharga dari waktu luang bagi anak-anak adalah potensi anak-anak yang sedang berkembang dan akan mengarah kea rah apa yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi kebiasaan yang dilakukan anak-anak haruslah kebiasaan-kebiasaan yang bermutu untuk mengembangkan potensi mereka. Bila anak-anak tidak diarahkan untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas yang bermanfaat maka aka nada bahaya yang ….., diantaranya:
1. Anak kecil hingga usia tujuh tahun akan mengisi waktu luangnya dengan bermain dan bermain.

Bila anak-anak dibiarkan tanpa pengawasan ada kemungkinan mereka akan melakukan permainan yang membahayakan mereka, seperti permainan yang menguras tenaga terlalu banyak yang bisa menyebabkan kelelahan, diajak teman atau mengikuti teman pergi jauh dari rumah, terlena dengan bermain sampai lupa waktu untuk belajar dan mengaji, permainan yang menggunakan peralatan teknologi seperti handphone android yang terhubung dengan internet juga harus mendapat pengawasan yang baik. Waktu-waktu luang yang berharga bagi anak harus benar-benar diarahkan untuk menunjang pengembangan yang positif bagi mereka.

2. Anak-anak usia sekolah sering menggunakan waktu luangnya dengan bermain dan bersosialisasi.
Anak-anak usia sekolah biasanya sudah menganal pertemanan hal ini merupakan sarana untuk mengembangkan potensi sosialnya. Namun bila tidak diawasi hubungan pertemanan akan membawa bahaya bagi anak. Orang tua harus bisa mengawasi anak-anak dalam bergaul, orang tua harus tahu dengan siapa anak-anak bergaul, siapa saja teman dekat mereka, kemana biasanya mereka pergi dan bermain, hal ini untuk senantiasa bisa mengawasi anak dan mencegah hal-hal yang tidak diharapkan pada anak-anak.
Previous
Next Post »