Fakta Menarik Seputar jenis Kopi, Buah kopi, Biji Kopi dan Kopi Bubuk

Fakta menarik seputar kopi; Jenis Kopi, Buah Kopi, Biji Kopi, Kopi Bubuk, Minuman Kopi, Kafein, Jenis Kopi di Dunia, dan Jenis Kopi di Indonesia. Fakta menarik seputar kopi yang kini sudah dikenal luas di seluruh dunia sebagai minuman yang bisa menimbulkan perasaan segar dan menambah vitalitas atau energi.

Kopi adalah minuman seduhan yang berasal dari biji kopi yang telah diolah. Kandungan senyawa kimia di dalam biji kopi menyebabkan minuman kopi bisa menimbulkan perasaan segar dan menambah vitalitas atau energi. Khasiat lain dari minuman kopi yang berhubungan dengan kesehatan adalah bisa membantu mencegah penyakit jantung, batu empedu maupun kanker.

Minuman kopi ditemukan pertama kali oleh Bangsa Etopia sekitar 1000 tahun sebelum Masehi yang diolah dari biji kopi. Dalam perkembangan selanjutnya minuman kopi mulai menyebar ke berbagai negara dimulai di sekitar daerah Arabia terutama Yaman, kemudian ke Eropa dan Amerika Selatan, dan akhirnya sampai ke negara-negara Asia seperti India, dan Asia Tenggara seperti Indonesia.


Fakta menarik seputar kopi di indonesia awalnya dibawa oleh Belanda pada zaman kolonialisme, Belanda membawa bibit kopi dari Yaman berjenis kopi Arabika dan di tanam di daerah Batavia pulau Jawa yang sekarang dikenal dengan sebutan Pondok Kopi di bilangan Jakarta.

Karena hasil produksi dinilai bagus dan kopi yang dihasilkan bermutu tinggi, kemudian Belanda menyebarkan bibit kopi untuk ditanam di daerah Sumatera diantaranya di daerah Gayo, Provinsi Aceh dan daerah Mandahling, provinsi Sumatera Utara, dan juga di wilayah Jawa yang tersebar di Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Ketika wabah penyakit karat daun menyerang tanaman kopi Arabika maka produksi kopi sempat terhenti, dan akhirnya sebagaian perkebunan kopi terutama di daerah Jawa diganti dengan jenis kopi Robusta yang tahan terhadap serangan penyakit karat daun. Daerah lainnya di Indonesia yang memproduksi kopi robusta adalah di Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Saat ini Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Brasil dan Vietnam.


Tanaman Kopi


Tanaman kopi merupakan jenis tanaman yang memiliki klasifikasi ilmiah dari Kingdom Plantae, dengan ordo Gentianales, dan termasuk pada famili Rubiaceae, dan genus Coffea, sementara spesies kopi yang terkenal di dunia yaitu spesies  Coffea arabica (Kopi Arabika), Coffea canephora (Kopi Robusta) dan Coffea Liberica (Kopi Liberika). 

Tanaman kopi biasa tumbuh di daerah hutan di pegunungan dengan ketinggian di atas 1000 meter dpl yang kini dikenal dengan jenis kopi Arabika, sedangkan tanaman kopi yang biasa tumbuh di dataran rendah dari 0 – 1000 meter dpl dikenal dengan tanaman kopi jenis robusta, dan tanaman kopi yang biasa tumbuh di daerah pantai atau daerah pasang surut di dataran rendah dikenal dengan tanaman kopi jenis Liberika/Excelsa.



Buah Kopi


Tanaman kopi yang sudah dewasa menghasilkan sejenis buah kecil-kecil yang berwarna merah yang menandakan buah kopi yang sudah masak/matang. Buah kopi yang masih mentah berwarna hijau atau kuning. Di dalam buah kopi yang dibungkus kulit buah terdapat daging buah, dan di dalam daging buah kopi terdapat biji kopi yang dilapisi lapisan kulit tanduk dan kulit ari.

Biji Kopi


Biji kopi yang terdapat di dalam buah kopi dikeluarkan dengan cara diolah melalui beberapa cara pengolahan diantaranya:

1.    Pengolahan biji kopi cara kering


Pengolahan cara kering merupakan pengolahan cara tradisional yang sering dilakukan oleh petani kopi dengan menjemur buah kopi hasil pemetikan (panen) di bawah sinar matahari langsung sampai benar-benar kering. Setelah kering buah kopi dipecahkan dengan mesin pengupas kulit atau mesin huller sampai menjadi biji kopi tanpa kulit atau lazim disebut “Biji kopi beras”.

2.    Pengolahan biji kopi cara basah


Pengolahan cara basah merupakan cara pengolahan biji kopi tanpa penjemuran, namun buah kopi yang sudah dipetik (panen) langsung dikupas kulitnya menggunakan mesin pengupas buah atau mesin pulper, kemudian dilakukan fermentasi untuk membersihkan bagian daging buah yang masih menempel dan dicuci sampai bersih.

Selanjutnya biji kopi dikeringkan dengan mesin pengering dan dilakukan pengupasan kulit pada biji kopi dengan mesin pengupas kulit biji atau mesin huller sampai menjadi “Biji kopi beras”.


Kopi Bubuk


Kopi bubuk merupakan kopi yang berbentuk butiran-butiran kecil dan halus hasil penumbukan dari biji kopi. Penumbukan biji kopi bisa dilakukan secara manual atau menggunakan mesin penumbuk dan penghancur biji kopi (mesin huller). Produk kopi bubuk biasa dijadikan minuman kopi dengan cara menyeduhnya dengan air panas atau mendidihkan kopi bubuk dengan air sehingga dihasilkan minuman kopi yang lazim disebut “kopi tubruk” yang sering dijumpai di Indonesia.

Kopi bubuk yang dihasilkan dengan pengolahan menggunakan mesin bertekanan tinggi akan menghasilkan produk “kopi instan”. Kopi instan ada yang berupa bubuk kopi siap seduh, ada yang berupa granula atau butiran kopi siap seduh tanpa ampas. Kopi instan tanpa ampas dihasilkan dengan mesin yang memiliki pengatur suhu bertekanan tinggi dan bisa memisahkan konsentrat kopi dengan ampas kopi.

Minuman Kopi



Kopi bubuk bisa diolah menjadi berbagai jenis minuman kopi. Tujuan pengolahan kopi bubuk adalah untuk menghasilkan aroma dan citarasa yang enak melalui pencampuran dengan bahan-bahan lain seperti kakao atau cokelat, susu, madu dan lain sebagainya.

Fakta menarik seputar kopi tak akan lepas dari berbagai jenis minuman kopi yang sangat terkenal dan bisa dijumpai di seluruh dunia seperti “Kopi Hitam” yang merupakan seduhan kopi bubuk dicampur air panas,  “Kopi Tubruk” merupakan kopi hitam dicampur gula putih atau gula merah.

Sementara “Kopi Moka” merupakan seduhan kopi dan gula yang dicampurkan dengan cokelat atau kakao, “Kopi Cappuccino” merupakan seduhan kopi yang dicampur susu, cokelat dan krimer, sedangkan Kopi Cappuccino tanpa campuran susu dinamanakan “Dry Cappuccino”. 

“Kopi Espresso” merupakan kopi yang diolah dalam bentuk ekstrak kopi menggunakan mesin pengolah kopi dengan uap panas bertekanan tinggi, “Kopi Latte”  (coffee latte) merupakan kopi espresso ditambah campuran susu, sedangkan kopi espresso yang dicampur kopi hitam akan menghasilkan minuman kopi bernama “Café au lait”.

Minuman kopi dicampur cokelat dan madu dinamakan “Melya”, dan masih banyak jenis minuman kopi dengan citarasa dan aroma yang berbeda-beda dan tentunya unik dengan ciri khas tersendiri.


Kafein pada Kopi


Kafein merupakan senyawa kimiawi yang terkandung pada biji kopi (daun teh, dan biji cokelat/kakao) dan memiliki karakteristik pada citarasa kopi yang pahit. Segelas kopi pada umumnya mengandung 85 mg kafein. Biji kopi jenis Arabika mengandung kadar kafein 1,10 %, sedangkan kopi robusta berkadar kafein lebih tinggi yakni sebesar 1,48 %, dan kadar kafein kopi moka sekitar 1,00 %. 


Manfaat Kafein


Kafein bisa bermanfaat bagi tubuh selain menimbulkan rasa segar, menambah konsentrasi juga bisa mencegah resiko serangan jantung, menurunkan resiko serangan diabetes mellitus, dan menghambat sel kanker, karena kafein bersifat antioksidan yang berfungsi menangkal pengrusakan sel tubuh oleh senyawa-senyawa radikal bebas diantaranya sel kanker.

Salah satu manfaat kafein yang cukup dikenal adalah mendorong peningkatan stamina dan menambah energi dimana kafein mampu memecah glikogen (gula cadangan di tubuh), sehingga kafein dibutuhkan oleh para pekerja berat, pemikir dan para atlet yang membutuhkan energi cadangan yang besar.

Pada zaman dahulu di daerah Arabia dan Afrika minuman kopi sering digunakan untuk menambah energi dan penguat agar bisa berjaga dan beribadah di malam hari.


Jenis Kopi di Seluruh Dunia


Fakta menarik seputar kopi terkait jenis biji kopi yang paling populer di dunia adalah biji kopi arabika dan biji kopi robusta, dan ada jenis lainnya seperti biji kopi Liberika. Biji kopi arabika dan biji kopi robusta kini dikembangkan di lebih dari 50 negara, dan memiliki sub-varietas dengan berbagai macam nama sesuai dengan nama yang berkembang di masing-masing daerah penanamannya dengan  citarasa dan aromanya yang bermacam-macam.

Perbedaan citarasa dan aroma kopi ditentukan oleh beberapa faktor seperti jenis yang berbeda, jenisnya sama namun tempat tumbuhnya berbeda dimana perbedaan tempat tumbuh akan memiliki tingkat ketinggian dan suhu yang berbeda serta jenis tanah dan kandungan unsur hara tanah dengan kadar yang berbeda seperti perbedaan pH tanah dan lainnya.

Perbedaan ini akan menghasilkan kandungan senyawa kimia kopi dengan tingkat yang bervariasi sehingga akan berpengaruh pada citarasa dan aroma kopi. Misalnya ada kopi yang terlampau asam atau terlalu pahit pertanda kadar kafeinnya sangat tinggi, ada kopi yang beraroma kacang-kacangan, aroma kayu, dan lain sebagainya.

Begitu juga perbedaan cara pengolahan kopi dan perbedaan cara pengemasannya bisa menimbulkan perbedaan citarasa dan aroma kopi. Biji kopi yang diolah dengan cara kering bisa memiliki citarasa dan aroma yang berbeda dengan biji kopi yang diolah dengan cara basah. Pengolahan biji kopi yang menggunakan perebusan akan menguapkan sebagian kafein dalam biji kopi karena pengaruh suhu panasnya, sehingga kopi tidak terlalu pahit.

Jenis Kopi Arabika dan Robusta memiliki nama-nama sub-varietas yang dikenal dengan nama daerah penghasilnya di seluruh Dunia seperti; Kopi Brasil dikenal dengan “Kopi Santos”, Kopi Costa Rica dengan nama “Costa Rican Tarrazu” , Kopi Guatemala yang dikenal dengan nama “Guatemala Huehuetenango”, Kopi Hawaii dengan nama “Hawaiian Kona coffee”, Kopi Jamaika yang terkenal dengan harganya yang cukup mahal dengan nama “Jamaican Blue Mountain Coffee”. Kopi Tanzania dengan nama “Tanzania Peaberry”.

Jenis lainnya seperti Kopi Kenya, Kopi Mexico, kopi Vietnam atau Kopi Arabika Vietnam, Kopi Thailand dengan “Kopi gajah”-nya, Kopi Yemen (Yaman) terkenal dengan “Mocha”,  Kopi Indonesia yang menghasilkan kopi Sumatera, kopi Jawa (Java coffe), dan Indonesi terkenal dengan sub-jenis “Kopi luwak”.


Jenis Kopi di Indonesia


Fakta menarik seputar kopi terkait jenis kopi di Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia tentunya memiliki beragam jenis kopi yang mutunya sudah diakui dunia internasional. Beberapa jenis kopi yang ada di Indonesia diantaranya:

-    Kopi Sumatera
Kopi sumatera memiliki berbagai sub jenis kopi yang terkenal di dunia diantaranya  “Kopi Aceh” dan “Kopi Gayo” (Gayo Coffee) berasal dari Provinsi Aceh, “Kopi Sidikalang”, “Kopi Lintong” (Sumatra Lintong), dan “Kopi Mandailing” (Sumatra Mandheling) atau “Kopi Mendahling” berasal dari Provinsi Sumatera Utara, “Kopi Basemah”, dan “Kopi Semendo” berasal dari Provinsi Sumatera Selatan serta “Kopi Robusta Pagaralam” dari Gunung Dempo, dan “Kopi Lampung” yang berasal dari Provinsi Lampung.

-    Kopi Jawa
Kopi jawa dikenal dengan “Kopi Jawa Robusta” dan “Kopi Jawa Arabika”. Di Provinsi Jawa Barat dikenal perkebunan kopi yang menghasilkan kopi berkualitas seperti “Kopi Sunda Hejo”, kopi arabica Java Preanger, kopi Bandung, kopi arabika Garut, kopi Pangalengan dan kopi Malabar. Begitu juga provinsi Jawa Tengah dan jawa Timur menghasilkan kopi bermutu seperti kopi Wonosobo, kopi Temanggung, kopi Jember, kopi Ijen dan kopi Bondowoso.

-    Kopi Sulawesi
Sulawesi terkenal dengan perkebunan kopi yang menghasilkan kopi berkualitas dengan nama “Kopi Toraja”.

-    Kopi Bali dan Nusa Tenggara
Bali dan Nusa Tenggara terkenal dengan produk kopi berkualitas dengan nama kopi Bali, kopi Lombok, kopi Kintamani, dan kopi Flores.

-    Kopi Papua
Papua menghasilkan kopi berkualitas dengan nama “kopi Wamena”.

Fakta menarik seputar kopi; Jenis Kopi, Buah Kopi, Biji Kopi, Kopi Bubuk, Minuman Kopi, Kafein, Jenis Kopi di Dunia, dan Jenis Kopi di Indonesia.
Previous
Next Post »