Berikut ini beberapa cara memenuhi keinginan anak...




Orang tua seringkali direpotkan oleh keinginan anak-anak yang dating silih berganti, satu keinginan sudah dipenuhi dating lagi keinginan yang lain begitulah seterusnya. Memang begitulah anak-anak, mereka memiliki segudang keinginan. Permasalahannya apakah orang tua harus meluluskan setiap keinginan anak?.

Setiap anak memiliki kecenderungan tertentu yang berbeda antara anak yang satu dengan anak lainnya. Mereka memiliki pembawaan pribadi dan bakat-bakat khusus yang masih terpendam. Dorongan inilah yang dalam perkembangannya akan membuahkan keinginan-keinginan tertentu sesuai pembawaan atau kecenderungannya. Misalnya seorang anak memiliki kecenderungan diam di rumah tidak suka bepergian, ia selalu minta dibelikan buku atau mainan yang bisa ia mainkan ketika berada di rumah. Anak lainnya misalnya punya kecenderungan bermain di luar rumah, ia selalu bermain di luar rumah dan terlihat tidak betah berdiam diri di dalam rumah, ia minta dibelikan bola atau sepeda agar bisa bersepeda keliling kampung atau disekitar kompleks rumahnya.

Bila kita perhatikan sesuatu yang diinginkan anak-anak adakalanya berasal dari kecenderungannya sendiri dan adakalanya merupakan pengaruh dari lingkungan atau luar dirinya, misalnya anak-anak menginginkan mainan mobil-mobilan hanya karena temannya membawa mainan mobil-mobilan, padahal bila sudah dibelikan mainan tersebut dan temannya sudah pulang, mainan itu tidak pernah disentuhnya lagi.
Pada dasarnya setiap anak ingin dipuaskan atau diikuti kemauannya. Bila keinginan mereka terpenuhi maka mereka akan merasa senang dan ceria, bila tidak terpenuhi bisa berdampak macam-macam; murung, pasif, melakukan tindakan bodoh, membangkang dan lain sebagainya.

Islam mengajarkan agar orang tua memperhatikan anak-anak mereka dan bisa memuaskan keinginan dan kebutuhan mereka. Disebutkan dalam Aljami’us- Shagir bahwa Ibnu Asakir meriwayatkan dari Watsilah bin al-Atsqa bahwa Rasulullah saw keluar menemui Utsman bin Mazh’un yang sedang membawa anak kecil yang dibalut. Kemudian Rasulullah saw bertanya: “Ini anakmu, Utsman?”, “Ya benar” jawab Utsman. Kata Rasul: “Kamu mencintainya?”, “Ya, tentu saja ya Rasul”. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membuat senang anak kecil dari keturunannya hingga ia puas maka Allah akan membuatnya senang pada hari kiamat”.
Memenuhi keinginan dan kebutuhan anak mempunyai pengaruh yang positif pada perasaan senang dan kegembiraan anak yang akan berdampak pada tumbuhnya dinamika dan semangat dalam jiwa mereka. Namun bagaimana memuaskan seluruh keinginan anak, padahal tidak semua orang tua mampu memenuhi setiap keinginan anak.

Berikut ini beberapa cara memenuhi keinginan anak:

1. Penuhilah kemauan anak yang terjangkau oleh orang tua
Orang tua dituntut untuk bersikap bijak dalam memenuhi keinginan anak. Seyogyanya orang tua berusaha memenuhi keinginan anak yang bisa mereka jangkau atau penuhi.

2. Berbicaralah dengan anak untuk mengganti atau mengalihkan keinginan mereka yang sulit dipenuhi dengan yang bisa dipenuhi. Orang tua harus dekat dengan anak dan mengembangkan komunikasi yang terbuka dalam suasana yang hangat dan nyaman, selanjutnya berbicaralah dengan anak-anak mengenai keinginan mereka, bila orang tua beum bisa memenuhinya, carilah alternatif pengganti atau mengganti sementara dengan sesuatu yang bisa dijangkau. Dengan adanya komunikasi yang baik bisa menjadi jembatan untuk mempertemukan keinginan anak dan kemampuan orang tua dalam memenuhinya.

3. Berilah anak-anak pemahaman bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi, pilihlah keinginan yang lebih penting. Dengan mengembangkan komunikasi yang hangat dan pengajaran yang baik orang tua bisa memberikan pemahaman kepada anak untuk bisa memilih keinginan yang benar-benar penting dan memiliki manfaat yang besar atas bimbingan orang tua.

4. Ajarilah anak secara halus mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh, halal dan haram dan hal-hal apa yang lebih bermanfaat harus didahulukan.

5. Kebiasaan menabung, menanamkan nilai perjuangan

Anak-anak sangat baik diajari untuk membiasakan menabung, yang hasilnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan dan keinginan mereka. Hal ini untuk menamkan nilai perjuangan, sehingga anak terbiasa berjuang atau berusaha sungguh-sungguh untuk mencapai apa yang diinginkannya.

Previous
Next Post »