Munculnya Rasa Malu Pada Diri Anak Biasanya Disebabkan Oleh Dua FaktorYaitu...



Munculnya Rasa Malu Pada Diri Anak Biasanya Disebabkan Oleh Dua Faktor. Bunda, ketika si Kecil bertemu teman-temannya seringkali ia bersembunyi di balik badan Bunda atau tidak mau berkumpul dengan teman-temannya, kalaupun sekali-kali si Kecil mau bergabung dengan temannya ia hanya diam saja tidak menunjukkan sikap yang aktif atau sinergis dalam kelompok.

Kalau kita telaah munculnya rasa malu pada diri anak merupakan bentuk nyata dari reaksi emosional yang tidak menyenangkan hati anak yang timbul dari cara pandang maupun penilaian negatif terhadap diri sendiri sehingga muncul rasa rendah diri dihadapan orang lain atau teman-temannya .

Munculnya rasa malu pada diri anak biasanya disebabkan oleh dua faktor yaitu:
a. Si Kecil akan merasa malu bila ia merasa bersalah ketika telah melakukan perbuatan yang dinilai tidak baik seperti melakukan perbuatan yang tidak sopan, berbohong, mengejek, mengambil barang temannya, merusak barang orang atau telah menghilangkan barang orang.

b. Si Kecil akan mempunyai perasaan malu ketika ia merasa kemampuannya di bawah standar teman-temannya. Hal ini berlangsung ketika si Kecil mulai berinteraksi dengan lingkungan sosialnya baik di sekolah maupun di rumah dimana orang-orang di kelompoknya memiliki apa yang tidak ia miliki seperti mainan yang bagus ataupun kemampuan anak lainnya seperti sudah pandai berhitung, membaca, mengendarai sepeda dan lain sebagainya.

c. Anak merasa minder, malu dan harap-harap cemas takut ditegur atau dimarahi manakala ia merasa harapannya atau harapan ibunya tidak tercapai, misalnya anak yang dijanjikan akan diberi hadiah sebuah sepeda bila ia rangking 1 di kelasnya. Ketika ia tidak mencapai rangking 1 adakalanya ia merasa malu karena harapan orang tuanya tidak tercapai, ia malu bila nanti bertemu orang tuanya dan menanyakan rangking atau peringkatnya di kelas. Ia pun akan terlihat murung dan kurang semangat, pada saat inilah Bunda harus cepat tanggap dan segera menghibur serta memberi semangat untuk terus berusaha untuk mencapai prestasi.

Anak yang dihinggapi perasaan malu akan menduga-duga sesuatu yang negatif yang akan ia terima dari lingkungan pergaulannya seperti ia merasa dikucilkan, tidak diterima dengan baik oleh kelompoknya, tidak dipedulikan bahkan dihina. Perasaan-perasaan seperti ini akan membuatnya tidak nyaman, canggung, bahkan takut berinteraksi dengan orang yang dihadapinya sehingga ia merasa sangat tersiksa. Si Kecil akhirnya akan menjadi pribadi yang tertutup dan pasif. Dalam diri si Kecil timbul sikap mengaihani diri, ia sangat mengharapkan teman-temannya peduli dan datang kepadanya.

Tahukah Bunda bahwa perasaan malu pada diri Anak yang dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan timbulnya dampak negatif bagi perkembangan kejiwaan si Kecil, diantaranya si Kecil bisa mudah buruk sangka, sulit bergaul, sulit bekerjasama dengan teman-temannya, sulit berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, mudah mengeluh, mudah tersinggung, merasa tak mampu, emosional, merasa kesepian, sulit mengembangkan diri, antisosial dan sikap-sikap negatif lainnya yang tentunya berbahaya dan akan menimbulkan dampak merugikan bagi si Kecil terutama dampak psikologis dalam jangka panjang.

Sebenarnya perasaan malu untuk berinteraksi dengan orang lain tidak hanya dialami sebagian anak-anak bahkan remaja atau orang dewasa pun seringkali dihinggapi perasaan malu berlebihan yang dibawanya dari kecil ketika bertemu orang-orang. Ketika anak mengalami hambatan-hambatan dan kesulitan dalam perkembangan dirinya, sudah selayaknya kita peka terhadap perasaan negatif yang diderita si Kecil dan berupaya mencari cara yang tepat untuk membantu si Kecil mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
Previous
Next Post »