Membantu dan membimbing mengatasi perasaan malu pada anak

Rendah diri malu interaksi

Membantu dan membimbing mengatasi perasaan malu pada anak. Pembentukan karakter anak sangat ditentukan oleh faktor bakat yang dimiliki anak dan kesesuaian pola asuh orang tua dan lingkungannya. Bunda tentu menginginkan karakter anak berkembang secara positif. Perasaan malu dan rendah diri yang menghinggapi anak yang dibiarkan berlarut-larut tentu saja akan membuat kejiwaan anak sangat tersiksa karena ia akan selalu merasa tidak berdaya dan merasa cemas ditengah lingkungan kelompok nya, disamping ia akan sulit beradaptasi, sulit bergaul dan mengembangkan diri.

Bunda dapat membantu dan membimbing anak mengatasi perasaan malu dan rendah diri nya ketika hendak bertemu dan berinteraksi atau bergaul dengan orang-orang dengan cara melakukan hal-hal sebagai berikut:

1.    Berupaya memahami kecemasan anak
Bunda harus peka ketika anak tidak memiliki keberanian atau anak terlihat takut untuk memulai interaksi sosial dengan teman-teman sebayanya. Yang dapat Bunda lakukan adalah mencari tahu penyebab rasa takut berinteraksi pada anak dengan komunikasi yang intens, apakah perasaan malu anak bersumber dari perasaan bersalah karena telah melakukan perbuatan yang dianggapnya buruk seperti merusak mainan orang dan lainnya ataukah berasal dari rasa tidak percaya diri atau minder karena merasa tidak memiliki barang yang dapat dibanggakan atau merasa tidak memiliki kemampuan standar seperti temannya yang lain.

Kalau kecemasan anak bersumber dari perasaan bersalahnya, Bunda bisa dengan bijak mengajarkan kepada anak sikap kesatria dengan mengakui kesalahannya dan berani meminta maaf, hal ini akan membangun karakter percaya diri dan bertanggung jawab.

Bunda tidak harus memvonis atau menghukum anak, Bunda dapat mengajarkan kepada anak cerita-cerita perumpamaan atau dongeng yang mengandung nilai ksatria dan sikap bertanggung jawab. Diharapkan anak bisa mengambil pelajaran dan berani meminta maaf kepada teman-temannya, hal ini akan menumbuhkan optimisme dalam diri anak dan mengundang simpati serta penerimaan dari kelompoknya.

Kalau kecemasan anak bersumber dari perasaan rendah diri karena ia merasa tidak memiliki barang atau kemampuan yang setara dengan teman-temannya, Bunda dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak dengan memberitahukan potensi-potensi lain yang dimiliki anak yang sama baiknya atau lebih baik dari teman-temannya dengan bahasa yang ia pahami.

2.    Membantu anak memahami dirinya
Bunda dapat membantu anak memahami dirinya dengan bahasa yang bisa ia pahami berupa kata-kata yang dapat memberi pengertian tentang kelebihan anak seperti ia sudah mampu berbicara dengan lancar dan fasih, ia sudah dapat bercerita dengan baik, sudah bisa memakai dan  menggunakan peralatannya sendiri, dan banyak kemampuan lainnya. Disamping itu Bunda dapat memberi motivasi rasa percaya diri anak dengan pelukan, tatapan yang hangat, mendengarkannya penuh perhatian yang menggambarkan sikap penerimaan, pengakuan dan kasih sayang.

3.    Membantu anak agar bersikap terbuka dan belajar berinteraksi
Langkah awal yang dapat Bunda lakukan untuk membantu anak bersikap terbuka adalah dengan pendekatan komunikasi yang baik, seperti Bunda meceritakan suatu kisah lalu anak diajak berdiskusi tentang isi cerita tersebut. Ketika anak sudah dapat berkomunikasi dan berdiskusi dengan baik ia sudah memiliki rasa percaya diri, lalu arahkanlah ia agar dapat melakukan pendekatan dan berkomunikasi dengan teman-temannya. Dukungan dan pendidikan yang Bunda berikan akan menjadi modal bagi anak untuk siap bergaul dengan lingkungannya.
Previous
Next Post »