Manfaat terbesar menjadi sahabat anak-anak diantaranya



Manfaat terbesar menjadi sahabat anak-anak diantaranya. Orang tua harus mempunyai waktu untuk selalu dekat dengan anak-anaknya, karena anak-anak membutuhkan perhatian dan bimbingan dalam membentuk karakter positif untuk bekal hidupnya kelak. Bila orang tua mempunyai sedikit waktu untuk bergaul dengan anak-anaknya karena kesibukan di luar rumah maka waktu yang tersisa itu hendaklah digunakan untuk menyertai anak-anaknya, dan waktu ia tidak di rumah atau sibuk dengan urusan pekerjaan hendaklah anak-anak dititipkan kepada orang-orang dewasa yang berkarakter baik agar anak bisa belajar dari mereka.

Anak-anak yang sudah terbiasa dekat dengan orang tuanya atau orang-orang dewasa lebih memungkinkan untuk anak bisa bergaul lebih luwes dan tidak memiliki sifat egois atau apatis dan terlalu mementingkan dirinya, karena anak bisa bertanya, memperhatikan perilaku orang dewasa dan memperoleh bimbingan secara langsung. Manfaat terbesar menjadi sahabat anak-anak diantaranya :

- Peranan sahabat
Sahabat merupakan teman dekat yang sering bergaul bersama tanpa ada rasa kikuk atau canggung karena kedekatannya dengan sahabatnya. Peranan sahabat yang paling penting bagi anak-anak adalah dalam hal membentuk karakter anak. Karakter anak tidak tumbuh sendiri tapi sangat dipengaruhi oleh perilaku orang-orang terdekatnya.

- Mengajarkan anak agar bisa menyertai orang tua dan orang dewasa
Anak memiliki hak untuk belajar dari orang yang lebih dewasa, cara belajar langsung dengan bergaul bersama anak adalah pembentukan karakter dengan melihat langsung perilaku orang-orang dewasa yang bersamanya. Lingkungan dan pergaulan dengan orang-orang yang baik perlu diperhatikan agar sifat-sifat dan karakter yang dicontoh anak betul-betul karakter yang baik.

Sikap Rosulullah saw dalam bergaul dan bersahabat dengan anak-anak

- Rasulullah saw sering menemani anak-anak dalam banyak waktu dan kesempatan
Beliau suka menemani anak sepupunya, Ja’far, menemani Ibnu ‘Abbas, Anas dan lainnya dan sering berjalan bersama mereka. Inilah salah satu bentuk pendidikan yang beliau terapkan, membimbing anak-anak dengan akhlak yang beliau perlihatkan dalam kehidupan sehari-hari.

- Bila Rosulullah saw melihat sekelompok anak-anak sedang bermain bersama, beliau suka memberi semangat kebersamaan dan terkadang ikut mengawasi mereka. Rosul saw tidak membubarkan atau menghardik mereka.

Perilaku sahabat Nabi saw pun banyak menyertai anak-anak untuk membimbing mereka, seperti sahabat Umar bin Khathab sering menemani anaknya, Ibnu Umar dan menemani Ibnu ‘Abbas yang saat itu masih tergolong berusia masih belia. Sahabat Zubair yang ahli dalam pertempuran mendidik puteranya dengan membawanya ke medan pertempuran agar bisa melihat bagaimana cara-cara bertempur yang baik dan efektif, sehingga seiring waktu anak-anak akan tumbuh dengan keterampilan yang makin matang dan makin efektif.

Orang tua tidak boleh membiarkan anak-anaknya tumbuh tanpa contoh dan bimbingan yang baik, bahkan sebaliknya mereka harus dekat dan memberikan bimbingan dengan anak-anaknya sebagai hak pendidikan yang harus diberikan kepada anak agar anak tumbuh dengan disertai kebaikan-kebaikan dan kasih saying yang memadai jauh dari kekerasan atau tindakan kesewenang-wenangan.

Ketika anak-anak disuruh mencontohkan perilaku orang tua atau gurunya, mereka akan melakukannya secara jujur apa-apa yang dilakukan gurunya menurut apa yang mereka lihat dan pahami. Hal ini memberikan gambaran yang terang mengenai daya rekam otak anak-anak yang masih jernih dan tajam dibantu dengan kejujuran dan kepolosannya dimana mereka akan benar-benar menyerap perilaku-perilaku yang dilakukan orang tua dan guru-gurunya dan hal ini akan menjadi contoh dan teladan bagi anak-anak, sehingga dengan serta merta anak akan mengikuti atau mencontoh perilaku orang tua atau gurunya tersebut, dan perilaku inilah yang akhirnya akan menjadi kebiasaan yang berlangsung terus-menerus dan akhirnya menjadi karakter anak.
Previous
Next Post »