Kegembiraan akan mempunyai dampak yang positif pada jiwa anak



Kegembiraan anak akan mempunyai dampak yang positif pada jiwa anak. Anak-anak merupakan tunas-tunas harapan yang sedang bermunculan dan waktu demi waktu tunas-tunas itu senantiasa berkembang. Perkembangan mental anak-anak setiap saat selalu mengalami perkembangan menuju kemapanan dan kesempurnaan. Salah satu pendorong tumbuh kembang yang baik pada anak-anak adalah manakala jiwa mereka selalu bergembira.

Kegembiraan akan mempunyai dampak yang positif pada jiwa anak diantaranya sebagai berikut:

- Memupuk perasaan riang dan selalu bersemangat sehingga jiwanya tumbuh dengan kebaikan. Pada umumnya anak-anak akan merasa senang ketika melihat senyuman kedua orang tua dan para pendidiknya.

- Pengaruh lainnya yang tak kalah pentingnya adalah bangkitnya vitalitas dalam dirinya sehingga mereka selalu respek dan sigap dengan berbagai perintah dan bimbingan.

- Hati anak yang penuh kegembiraan dan kebahagiaan memungkinkan mereka selalu siap untuk menerima bimbingan dan perintah serta melaksanakannya dengan senang hati tanpa merasa tertekan.

- Tujuan akhir dari kegembiraan pada jiwa anak ialah merekak mampu mengaktulisasikan dan mengekspresikan kemampuan mereka dengan baik dan lebih sempurna sebagai hasil proses perkembangan jiwanya yang bebas dan jauh dari tekananan-tekanan.

Pada dasarnya kegembiraan pada anak bisa menumbuhkembangkan sikap ceria dan kecintaan. Hal ini bisa dilakukan dalam pendidikan anak dengan memberi perhatian penuh kepada mereka dan mendengarkan perkataan mereka dengan seksama.

Dalam sejarah Islam kita banyak mendengar bagaimana Rasulullah saw begitu saying kepada anak-anak dan beliau membiarkan mereka bermain dengan gembira serta selalu memberi semangat dan memperhatikan mereka saat bermain. Rasulullah saw pun membiarkan Siti Aisyah yang saat itu masih berumur remaja memainkan boneka kesayangannya.

Beberapa sikap yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dalam menghadapi anak-anak dan remaja diantaranya:
- Menyambut anak dan remaja dengan hangat sehingga terasa dekat
- Tersenyum yang tulus sehingga membuat mereka bahagia
- Bercanda dengan mereka yang dapat menambah kedekatan
- Mengusap kepala dengan kasih sayang
- Memberikan makanan yang baik dan tidak canggung makan bersama mereka.

Anak-anak dan remaja umumnya harus dibimbing dengan penuh kasih sayang dan perhatian serta harusmenjauhkan pendidikan berbau kekerasan karena akan membuat jiwa mereka terbiasa dengan kekerasan dan akhirnya menjadi karakter yang melekat pada perilaku mereka. Sikap positif berupa penerimaan, senyman, perhatian dan mendengarkan keluhan mereka akan membuat jiwanya gembira dan bahagia sehingga timbul semangat untuk berperilaku positif dan menyenangkan orang tua serta pendidik mereka.

Dalam suatu kisah disebutkan bakwa Rasulullah saw menyuruh sahabat Bilal r.a untuk mengumandangkan adzan sesaat setelah penaklukan Mekah. Diantara orang-orang Quraisy ada segerombolan anak remaja belasan tahun yang memperolok-olok bilal, diantaranya ada remaja yang suaranya paling merdu diantara mereka yaitu Salamah bin Ma’ir yang saat itu berusia 16 tahun. Salamah bi Ma’ir meniru adzan Bilal dengan maksud mengolok-olok karena kesal kepada kaum muslimin, lalu Rasulullah saw menyuruh para sahabat untuk menghadapkan Salamah kepadanya. Salamah menyangka ia akan dibunuh, namun setelah ia dihadapkan kepada Rasulullah saw, Rasulullah saw mengusap ubun-ubun dan dada Salamah dengan tangannya yang mulia.

Salamah atau Abu Manzurah berkata:”Maka hati saya seketika terisi iman dan keyakinan, tahulah saya bahwa beliau adalah Utusan Allah”. Lalu Rasulullah saw mengajarkan adzan kepada Salamah dan ia disuruh mengumandangkan adzan untuk penduduk Makkah.

Begitulah teladan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dimana beliau menghadapai anak dan remaja dengan kelembutan dan kasih saying dan pengaruh yang ditimbulkannya ialah jiwa yang keras dan penuh kebencian pun menjadi lunak dan lembut penuh kesantunan.
Previous
Next Post »