Inilah Penyebab Mengapa Anak Selalu Mau Menang Sendiri

Inilah Penyebab Mengapa Anak Selalu Mau Menang Sendiri

Inilah Penyebab Mengapa Anak Selalu Mau Menang Sendiri. Anak dilahirkan ibarat kertas putih, selain ia membawa pembawaan tertentu sejak lahir, karakter yang ia miliki juga ditimbulkan dari pola asuh semenjak kecil yang mempengaruhi perkembangan jiwanya yang terus berkembang hingga ia dewasa. Patut kita cermati bahwa perilaku yang diperlihatkan anak merupakan perwujudan dari hasil belajar dari lingkungannya.

Anak yang selalu mau menang sendiri kadang bersikap agresif menyerang teman-temannya memang sangat memprihatinkan kedua orang tuanya, perilaku tersebut kalau dibiarkan bisa menjadi kebiasaan dan menjadi karakter anak yang akan terbawa hingga ia dewasa. Kita selaku orang tua perlu memahami penyebab anak yang selalu mau menang sendiri, yang nantinya dapat dipelajari dan diambil tindakan yang baik untuk merubah perilakunya sedini mungkin.

Kalau kita menelaah lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan anak selalu mau menang sendiri tidak peduli pada penderitaan teman-temannya diantaranya sebagai berikut :

1. Pelampiasan dari perlakuan kasar
Dalam mendidik anak, kita sebagai orang tua terkadang suka memaksakan keinginan kita agar anak menjadi patuh dan penurut. Namun dalam proses mendidik anak acapkali kita berkata dan berlaku kasar kepadanya seperti kita tak segan-segan mencubit, menjewer telinga, bahkan memukulnya ketika ia nakal atau membandel.
Perlakuan kasar dan perilaku tidak mengenakan lainnya yang diterima anak akan membuatnya tertekan lalu menimbulkan reaksi emosional yang menyulut kemarahan, kekecewaan dan kekesalan pada diri anak. Tekanan, kemarahan serta kekesalan yang terjadi terus menerus dan bertumpuk pada diri anak akhirnya bisa menimbulkan terwujudnya karakter anak yang keras, kasar, pendendam bahkan menjadi pemberontak.

Harus kita sadari bahwa anak yang terus-menerus diperlakukan kasar dan keras akan menjadikannya pribadi yang agresif, artinya anak mudah tersinggung dan terangsang untuk berperilaku kasar. Hal inilah yang menyebabkan anak melampiaskannya dengan perilaku mau menang sendiri dalam kelompok pertemanannya, bahkan ia cenderung agresif hingga berani melakukan pemukulan dan pengrusakan, seperti merusakkan mainan temannya karena keinginannya tidak terpenuhi.

2. Perwujudan dari rasa iri hati
Rasa iri hati anak seringkali disebabkan oleh sikap kita selaku orang tua yang suka membedakan mereka satu sama lain. Masing-masing anak ingin mendapat perhatian lebih, mereka bersaing satu sama lain, maka timbulah rasa tertekan dan timbul berbagai luapan emosional dalam diri anak. Akibatnya adalah anak ingin selalu dikedepankan saat berkumpul ditengah-tengah kelompok nya, maka munculah sikap mau menang sendiri. Ia menjadi anak yang tidak peduli kepada teman bahkan cendrung menyerang dan menjatuhkan teman-temannya.

3. Dampak dari ketidakharmonisan rumah tangga
Pertengkaran atau perselisihan orang tua yang acapkali dilihat anak dapat memberi efek negatif pada perkembangan jiwa anak. Anak yang sering menyaksikan pertengkaran orang tua cenderung akan meniru perilaku mereka yang ia jadikan figur yang paling dekat dengannya. Akibatnya anak akan berperilaku kasar, keras, bahkan suka melecehkan. Dari sinilah kiranya anak akan berperilaku mau menang sendiri ketika berada di lingkungan teman-temannya, ia bersikap kurang menghargai teman bahkan cenderung suka melecehkan.

4. Parasaan terabaikan
Orang tua yang suka mengabaikan anaknya, kurang perhatian terhadap kebutuhan anak dan kurang mendengarkan keinginan serta keluhan anak, secara emosional akan menyebabkan kekecewaan pada diri anak yang merasa “aku”-nya tidak dihiraukan, akhirnya ia akan mencari pelampiasan dengan menampilkan perilaku mau menang sendiri sebagai perwujudan dari keinginan untuk mencari perhatian dan ingin diutamakan. Hal ini apabila dibiarkan terus sampai menjadi kebiasaan atau karakter dan terbawa sampai ia dewasa tentu akan menjadikan dirinya kurang sisukai oleh lingkungan sosialnya.
Previous
Next Post »