Hal yang harus diperhatikan orang tua ketika mendengarkan curahan hatianak



Hal yang harus diperhatikan orang tua ketika mendengarkan curahan hati anak. Orang tua yang dijadikan figur teladan oleh anak-anak mereka sekaligus sebagai pelindung dan penjaga mereka sudah selayaknya mau mendengarkan dan memberi respon yang baik manakala anak-anak sedang mengalami perasaan yang tidak nyaman. Seyogyanya orang tua mau mendengarkan keluhan anak dengan seksama dan memberi ulasan serta saran-saran sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah yang menimpa anak-anak.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua ketika mendengarkan curahan hati anak, agar anak mau mengungkapkan perasaan yang sedang menimpanya dan mau menyebutkan gejala-gejala atau penyebab yang menimbulkan perasaannya itu, sehingga dengan demikian akan memudahkan bagi orang tua dalam mencari solusi-solusi bagi anak.

1. Menghargai perasaan anak
Mendengarkan dengan sikap yang simpatik dan berpihak kepada anak, tenang dan penuh perhatian.
Jangan menghakimi walaupun sebenarnya Anda kurang setuju dengan sikap dan perilaku anak, hal ini akan bermanfaat untuk memberi kesempatan pada anak mengeluarkan perasaan marah, benci, kesal dan lain sebagainya. Dengan demikian Anda bisa meredam atau mengarahkan perasaan marahnya agar anak tidak melakukan perbuatan yang merusak.

2. Memahami perasaan anak
Perlihatkan bahwa Anda memahami perasaan anak dengan mendengarkan secara serius seluruh ungkapa perasaan anak dan membiarkan anak mengungkapkan kekalutan dalam jiwanya.

3. Menyimak curahan hati anak
Mendengarkan dengan serius dan sesekali memberikan pujian, persetujuan dan berekspresi dengan penuh empati seperti mengangguk-angguk kepala tanda setuju terhadap apa yang ia katakan, tersenyum tulus dan ekspresi lainnya yang sesuai dengan situasi dan kondisi anak.

4. Perlihatkan ekspresi bahwa Anda sedang memikirkan perasaan anak
Ekspresi memikirkan perasaan anak tidak cukup ditampakkan dalam raut muka yang penuh perhatian tapi cobalah Anda rangkum atau simpulkan intisari apa yang dirasakan anak, misalnya perkataan :”Kamu marah ya?”, atau “Kamu tentu sangat kecewa”, dan lain sebagainya.

5. Ulangi perkataan yang diucapkan anak
Mengulangi perkataan anak memberikan bukti bahwa Anda telah merespon apa yang diutarakan anak.

6. Simpulkan perasaan anak
Setelah anak selesai mengutarakan keluhan-keluhan dan curahan hati nya kepada Anda, simpilkanlah apa yang sebenarnya terjadi dengan kesimpulan yang sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman anak-anak. Hal ini akan membuat anak sedikit lega karena beban yang ada dalam perasaannya dapat dibagikan kepada Anda dengan baik dan tuntas, hal ini karena Anda benar-benar memperhatikan dengan seksama perkataannya, menyimak dengan baik dan memberikan kesempatan dan kepercayaan penuh kepadanya.

7. Berilah tanggapan yang baik disertai nasehat dan usulan-usulan
Akhirnya sebagai orang tua yang menjadi tumpuan perasaan dan tempat perlindungan anak, Anda harus mencoba memberikan tanggapan-tanggapan yang baik yang bisa menenangkan hatinya, serta kalau perlu memberikan nasehat-nasehat sebagai solusi atas apa yang terjadi, ataupun berupa usulan-usulan maupun pilihan-pilihan mengenai langkah-langkah solusi yang bisa dipilih oleh anak. Disini Anda mengajarkan kepada anak untuk belajar menyelesaikan sendiri kegalauan perasaannya melalui bimbingan berupa solusi yang harus dipilihnya, bila anak memilih satu solusi sebaiknya Anda beri sedikit penjelasan untuk mempermudah anak menjalankan solusi yang dipilihnya.

Curahan hati yang berhasil disampaikan anak-anak dan ditanggapi dengan baik oleh Anda akan menjadi pengokoh jalinan komunikasi yang baik dan kuat antara orang tua dan anak. Orang tua yang berhasil menjalin komunikasi yang efektif dengan anak-anak mereka akan menberikan dampak-dampak positif bagi perkembangan jiwa anak diantaranya:
- Mengokohkan hubungan baik yang terjalin antara orang tua dan anak
- Menjadikan anak mandiri
- Menguatkan mental anak sehingga anak memiliki ketabahan dan kekuatan mental
Previous
Next Post »