Monday, 25 September 2017

Filled Under:

Cara Memotivasi Anak Agar Percaya Diri Dan Berprestasi



Cara memotivasi anak agar percaya diri dan berprestasi. Memotivasi  anak dibutuhkan sebagai dorongan yang diberikan orang tua atau pendidik bagi anak-anak agar memiliki semangat untuk terus berkembang. Motivasi timbul dari kasih sayang orang tua agar anaknya mau mengenal dan membangun kemampuan-kemampuan terbaiknya.

Misalnya orang tua yang memberikan dorongan atau motivasi dalam hal belajar dan berolah raga dengan memberikan dukungan moril dan memberi gambaran contoh-contoh orang-orang yang sukses padahal dulunya mereka orang biasa-biasa namun dengan kegigihannya mereka berhasil.

Motivasi memiliki manfaat-manfaat yang besar dan berperan penting dalam membangun kemampuan anak. Anak-anak yang masih polos dan terus belajar mengenai dirinya dan lingkungannya dihadapkan pada kenyataan atau kondisi yang baik dan buruk yang terbentang dihadapannya. Orang tua dan para pendidik berupaya mengarahkan potensi anak dengan memberikan motivasi agar potensi anak berkembang ke arah yang positif sehingga nantinya anak-anak bisa memiliki kemampuan untuk membangun.

Selain itu motivasi berperan dalam menyalurkan dan mengembangkan bakat anak dimana anak-anak dibantu dan di dorong agar menemukan bakat mereka yang terbaik yang saat ini masih terpendam. Ketika bakat terbaik yang ada pada anak sudah mulai muncul dan terus dikembangkan, diharapkan akan membawa anak kepada prestasi yang gemilang di hari depannya.

Ajaran Islam memberikan arahan tentang bagaimana cara memotivasi anak, diantaranya sebagai berikut:

1. Memberikan motivasi yang sesuai dengan kondisi
Memberikan motivasi harus diupayakan dilakukan dalam batas-batas yang wajar dalam arti jangan terlampau berlebihan bahkan mengada-ada, karena bisa menghancurkan mental anak.

Misalnya orang tua yang ingin mendorong anaknya agar bisa menang dalam pertandingan olah raga berkata kepada anaknya bahwa kamu pasti menang, ibu sudah tahu kamu pasti memenangkan pertandingan ini karena di keluarga kita tidak pernah ada yang kalah dalam pertandingan.

Disatu sisi motivasi ini begitu besar dan optimis mendongkrak keyakinan anaknya agar bisa menang, namun di sisi lain bila kemudian yang terjadi anaknya kalah dalam pertandingan, maka mental anak bisa hancur seperti hilangnya rasa percaya diri karena merasa tidak berguna dan lain sebagainya. Jadi memotivasi anak merupakan sarana untuk menanamkan mental positif dalam kewajaran sehingga anak bisa berprestasi namun masih bisa ditolelir ketika ia belum mampu menunjukkan prestasi terbaiknya.

2. Jangan ragu dan percaya pada kemampuan diri sendiri
Cara lain memberikan motivasi kepada anak-anak adalah menanamkan keyakinan bahwa mereka bisa atau mampu untuk berprestasi. Tumbuhkan keyakinan mereka pada dirinya sendiri. Bila anak-anak terlihat ragu pada kemampuannya tanyakan kepada mereka apa yang membuat mereka ragu atau apa yang menghalangi sehingga mereka tidak berani berbicara di depan kelas misalnya, atau tidak berani berbicara dengan orang-orang dewasa atau lebih tua dari mereka.