Cara Efektif Atasi Anak yang Suka Mau Menang Sendiri

cara efektif anak

Cara Efektif Atasi Anak yang Suka Mau Menang Sendiri. Kita sebagai orang tua tentu merasa prihatin kalau melihat anak kita atau ada anak lain yang berprilaku mau menang sendiri dalam kelompok bermainnya, apalagi kita melihat langsung tingkah laku anak yang menampilkan perilaku sok kuasa bahkan sampai bertindak sewenang-wenang terhadap teman-temannya misalnya merebut mainan temannya, mendorong temannya sampai jatuh, hingga bertindak agresif seperti mendorong, memukul atau merusak mainan temannya.

Karena kita sebagai orang tua seringkali merasa kesal dengan tingkah laku anak yang sering membuat ulah merugikan temannya, terkadang kita terpancing emosi dan langsung memarahi anak bahkan sampai mencubit, menjewer kupingnya dan beberapa tindakan kasar lainnya yang kita lakukan secara spontan. Tindakan kita yang berperilaku kasar terhadap anak yang sering membuat ulah tersebut tanpa disadari akan menjadikan anak terbiasa dengan tindakan keras dan bisa jadi akan mendorong anak terbiasa dan tumbuh dalam kekerasan yang dianggap suatu yang sudah biasa baginya. Bahkan anak akan makin bersikap tempramental dan tanpa disadari kita selaku orang tua telah berperan menjadikan anak berperilaku mau menang sendiri.

Lantas apakah perilaku anak yang mau menang sendiri harus dibiarkan? Tentu saja tidak karena perilaku tersebut akan merugikan dirinya ketika ia terus beranjak dewasa akan terbiasa dengan perilaku yang akan merugikan orang lain.

Bunda bisa mencoba tips-tips berikut ini untuk mengatasi perilaku anak yang mau menang sendiri:

1. Berupaya memberitahu dan mengingatkan anak
Kita sebagai orang tua sudah selayaknya melakukan pendekatan secara lemah lembut, sabar dan penuh kasih sayang. Kita bisa memberitahu anak tanpa menyinggung, menekan, mempermalukan atau membuatnya marah. Sebaiknya Kita melakukan pendekatan yang menyentuh emosional anak seperti memegang tangan anak, mengelus kepalanya, memberi senyuman sambil memberitahu dan mengingatkan anak tentang perilakunya yang kasar dan mau menang sendiri. Diharapkan kesadaran anak akan terbangun dalam suasana yang harmonis dan penuh pengertian.

2. Memperlakukan anak dengan lembut, sabar dan tidak agresif
Sikap kita sebagai orang tua dalam menghadapi anak yang agresif dan mau menang sendiri haruslah lembut dan penuh kesabaran. Tidak akan berguna menasehati atau memarahi anak tersebut dengan kekerasan karena akan membuat perilaku buruknya makin menjadi-jadi. Kunci utama menghadapi anak seperti ini adalah kemauan untuk menjalin komunikasi yang baik dan bersabar menghadapi proses perubahan tingkah lakunya. Dengan kesabaran dan terus memberikan kasih saying yang penuh, lambat laun anak akan merasakan kelembutan kasih sayang Bunda dan bisa menerima Bunda dengan baik, sehingga segala nasehat Bunda akan dihargai dan dipatuhi anak.

3. Membangun suasana kebersamaan
Salah satu kunci membentuk perilaku anak yang positif adalah teladan dari orang tuanya. Anak akan melihat perilaku kedua orang tuanya. Membangun keharmonisan keluarga adalah kunci memberikan teladan kepada anak. Orang tua yang terlihat harmonis akan membahagiakan hati anak dan akan membangun perasaan-perasaan positif lainnya. Lalu bangunlah kebersamaan dalam keluarga. Dengan demikian kita sebagai orang tua telah memberi andil dalam membentuk karakter anak yang positif.

4. Mendampingi anak dalam bergaul
Orang tua yang baik tentunya telah memberikan dasar-dasar perilaku yang positif bagi anak dengan membangun keharmonisan dan kebersamaan dalam keluarga. Namun ketika anak sudah mengenal dunia luar, ia akan melihat, mendengar dan merasakan segala sesuatu dari lingkungan barunya tersebut. Kita sebagai orang tua tentunya harus selalu mengawasi anak jangan sampai berada atau terpengaruh dengan lingkungan yang buruk yang bisa menjadikannya terbiasa denga perilaku buruk sebagai bawaan dari lingkungan lingkungan pergaulannya.
Previous
Next Post »