Cara Atasi Anak yang Tidak Diterima dalam Kelompok Bermainnya



Cara Atasi Anak yang Tidak Diterima dalam Kelompok Bermainnya. Anak yang tidak diterima dalam kelompoknya karena berbeda merasa tidak dipahami oleh kelompoknya dan tidak memiliki teman dekat yang cocok sehingga ia akan merasa tertekan, teralineasi dan kesepian. Perasaan seperti ini dalam waktu yang lama akan membuat anak merasa kurang berharga dan tidak dibutuhkan, dampaknya dikhawatirkan anak menjadi tidak menyukai orang lain, tidak percaya dan selalu menilai negatif terhadap orang lain, anak pun akan bersifat pesimistis dan pasif, padahal kemampuan dalam membangun relasi interpersonal merupakan kunci perkembangan dan kehidupan yang berkualitas.

Berikut ini cara mengatasi anak yang tidak diterima di dalam kelompoknya:

1. Hilangkan rasa tertekan pada anak
Langkah pertama, anak sebaiknya bebas dari rasa tertekan dan berbagai perasaan lain yang tak mengenakkan. Orang tua adalah kunci yang bisa membantu anak membebaskan dirinya dari rasa tertekan. Pada saat seperti ini anak membutuhkan tempat bersandar, tempat perlindungan untuk mencurahkan berbagai perasaannya dengan nyaman.

Orang tua dapat mengalihkan dulu perhatian anak agar tidak larut dalam masalahnya, misalnya dengan membawanya ke lingkungan baru untuk sementara waktu agar anak bisa merasa nyaman dan rileks. Ketika anak sudah merasa lebih nyaman dan rileks ia bisa diajak untuk mecurahkan berbagai perasaan yang menekannya, baik perasaan kesal, marah dan lainnya dengan suasana yang terbuka.

2. Tumbuhkan rasa percaya diri anak
Anak yang tertekan biasanya hanya melihat pada satu sisi yaitu kekurangan yang ada pada dirinya, padahal ini hanya menurut presepsi dirinya sendiri. Artinya anak belum dapat melihat potensi lain pada dirinya yang sebetulnya ia miliki dan bisa ia banggakan seperti misalnya ia bisa membaca, menulis, berhitung, bernyanyi atau menari lebih baik dari temannya.

Disinilah peran orang tua untuk bisa memberi dorongan kepada anak agar ia bisa melihat dan memahami kelebihan dirinya dibanding teman-temannya. Dengan demikian diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak sehingga ia bisa berpresepsi positif terhadap dirinya.

Tumbuhnya rasa percaya diri dalam diri anak sangat penting baginya untuk selalu bersemangat dalam mengeksplorasi berbagai keingintahuannya dan mencoba berbagai hal untuk melatih jiwa kemandiriannya sehingga ia akan berhasil memiliki kemampuan-kemampuan tertentu sesuai dengan tingkat perkembangan anak secara wajar dan bahkan bisa berprestasi lebih baik dari teman-temannya yang sebaya.

3. Kenalkan cara bergaul kepada anak
Mengenalkan cara bergaul kepada anak bisa dimulai dari rumah. Kenalkan cara bergaul kepada anak dengan memberi contoh yang baik kepadanya dan membiasakan anak terlibat dalam pekerjaan rumah yang dilakukan bersama anggota keluarga lainnya, seperti kegiatan makan bersama, berolahraga bersama dan lain sebagainya sambil mengajarkan kepadanya berbagai interaksi yang positif, simpatik dan menarik rasa empati orang lain.

4. Membangun sikap toleran pada anak
Mengenalkan sikap toleran kepada anak mutlak dibutuhkan agar anak mahir berinteraksi dengan teman-temannya. Membangun sikap toleran pada prinsipnya menumbuhkan sikap menghargai dan tidak memaksakan keinginannya kepada orang lain. Anak bisa diajari sikap toleran melalui pemaparan cerita-cerita atau dongeng dengan tokoh utama berkarakter toleran dan pemaaf agar anak bisa mendengar, memperhatikan, dan meniru.

Selain melalui cerita, hal yang paling utama dalam membangun sikap toleran pada anak adalah melalui contoh dan teladan yang baik, baik perkataan maupun perbuatan yang akan ditiru oleh anak, seperti berkata yang santun dan menghindari perkataan yang kasar, marah-marah di depan anak dan lain sebagainya.
Previous
Next Post »