Berikut ini beberapa efek atau dampak buruk terhadap anak yang terlalu di manja



Anak yang terlalu dimanja. Berikut ini beberapa efek atau dampak buruk terhadap anak yang terlalu. Setiap orang tua tentu sangat menyayangi anaknya dan selalu ingin memberi yang terbaik untuk anak. Kasih sayang sering diartikan dalam bentuk yang sederhana namun kadang-kadang bisa juga diartikan dalam bentuk yang ekstrem. Kasih sayang orang tua terhadap anak yang dilakukan secara sederhana dalam arti tidak berlebihan lebih mengartikan kasih sayang sebagai bentuk interaksi yang memiliki nilai kedekatan, membangun komunikasi positif dan pendidikan atau pengarahan ke arah yang positif sesuai dengan tuntutan ataupun kebutuhan anak berdasar kadar usia anak.

Kasih sayang orang tua yang diartikan secara ekstrem artinya orang tua memberikan kasih sayang terhadap anak secara berlebihan, apa pun keinginan anak selalu dipenuhi bahkan sangat mengistimewakan dan mengutamakan anak.

Kita sebagai orang tua pasti sangat paham bahwa anak-anak sangat senang dimanja, diperhatikan, dipenuhi segala keinginannya. Pada dasarnya setiap anak secara emosional ingin disentuh atau diperhatikan rasa “aku”-nya artinya anak ingin dihargai, dianggap mengerti, dianggap dewasa dan disanjung tentunya. Untuk itu orang tua perlu memberi penghargaan dan pujian untuk membesarkan hati anak.

Namun kita pun sebagai orang tua juga paham bahwa bila anak terlalu dimanja akan menimbulkan dampak-dampak buruk terhadap perkembangan jiwanya.

Berikut ini beberapa efek atau dampak buruk terhadap anak yang terlalu dimanja diantaranya:
- Terlalu menuntut perhatian yang berlebihan
- Menuntut seluruh keinginannya harus terpenuhi (walaupun melewati batas kebutuhannya)
- Ketika keinginannya sudah terpenuhi ia tidak lekas merasa puas namun berupaya menuntut yang lain atau yang lebih besar lagi dari sebelumnya.
- Bersikap keras kepala, egois dan selalu minta dilayani
- Bersikap kaku dalam arti tidak mau berkompromi terhadap tuntutannya.
Dampak negatif dari perilaku-perilaku tersebut adalah anak akan menganggap dirinya istimewa sehingga menganggap orang lain dibawah dirinya, akhirnya timbulah sikap mau menang sendiri tidak peduli terhadap orang lain bahkan cendrung mendikte dan mengatur orang tuanya seenak hatinya.

Agar anak tetap merasa dimanja, merasa diperhatikan rasa “aku”-nya, dihargai serta tidak merasa diacuhkan, namun tidak sampai terlalu memanjakan anak yang bisa berdampak negatif, berikut ini cara yang penting dicermati dalam memanjakan anak:

1. Perhatian
Orang tua harus peka terhadap kebutuhan dan perasaan anak sesuai dengan tingkat perkembangan mental anak dan perubahan usianya. Orang tua dapat menyaring mana kebutuhan yang belum atau tidak pantas diberikan bagi anak seusianya, dengan demikian orang tua dapat memberikan keinginan anak yang sesuai kebutuhannya, bila anak belum pantas diberi sesuatu walaupun ia sangat menginginkannya orang tua bisa dengan bijak menyampaikan kata “tidak” tanpa menyinggung perasaan anak dengan disertai alasan yang jelas dan logis. Semua itu harus diramu dalam bentuk komunikasi yang baik dengan anak.

2. Komunikasi
Orang tua harus berupaya mengkomunikasikan keinginan, kebutuhan dan perasaan anak dengan baik. Keinginan-keinginan anak yang sesuai dengan kebutuhannya bisa dipenuhi, sedangkan keinginan anak yang belum sesuai dengan tingkat kebutuhannya dan dianggap terlalu berlebihan bisa ditolak secara halus atau dialihkan kepada hal-hal lain yang sesuai kebutuhan anak dan menarik bagi anak. Semua itu harus dikomunikasikan dengan baik bersama anak.

3. Kedekatan
Membangun kedekatan dengan anak dapat dilakukan dengan sering meluangkan waktu untuk bermain bersama anak, mendengarkan keluhannya serta memahami keinginannya secara tepat tanpa berlebihan dalam memanjakan anak.

4. Kehangatan
Membangun kehangatan berarti membangun hubungan yang menyenangkan dengan anak, dimana anak merasa nyaman dan merasa bebas dari segala bentuk tertekan berada di tengah-tengah keluarganya. Orang tua menjadi tempat curahan hati dan kesejukan bagi anak. Kalau ada keinginan anak yang belum bisa diberikan seyogyanya berusaha memberi pengertian kepada anak agar ia bisa menerima dengan senang hati.
Previous
Next Post »