Bagaimana Cara Ibu Agar Anak Mampu Berinteraksi Dengan LingkunganSosialnya



Bagaimana Cara Ibu Agar Anak Mampu Berinteraksi Dengan Lingkungan Sosialnya. Bunda tentunya menginginkan agar si Kecil dapat aktif bergaul dengan teman-temannya, berinteraksi dan bisa membangun relasi dengan mereka. Hal ini menandakan si Kecil merasa percaya diri dan merasa nyaman sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Berbeda apabila si Kecil terlihat pasif, murung, dan merasa cemas ketika berhadapan dengan teman-temannya. Hal ini menandakan adanya perasaan malu, rendah diri, canggung dan merasa tidak nyaman berada di antara teman-temannya. Kalau hal seperti ini terjadi dapat menghambat kemampuan si Kecil untuk membangun relasi sosialnya.

Agar anak mampu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, Bunda dapat membantunya dengan mengajarkan dan melatih si Kecil beberapa keterampilan sebagai berikut:

1. Melatih si Kecil agar bersikap lebih aktif dan adaptif.
Bunda tentunya menginginkan Si Kecil berprilaku aktif artinya memiliki keberanian untuk bergaul dengan teman sebayanya dan adaptif, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, tidak cemas ataupun takut berada di antara kelompoknya.

Bila si Kecil terlihat masih canggung berada di lingkungan teman-temannya, Bunda bisa melatih si Kecil agar secara bertahap mampu beradatasi dengan lingkungan pergaulannya dan bersikap aktif dengan mengajarkan kemahiran menyapa dan bertanya. Bunda dapat mengajarkan ataupun memberikan contoh bagi si Kecil dengan menyapa setiap orang yang dikenal seperti kakeknya, neneknya, pamannya dan kerabat yang lain, setelah si Kecil dirasa cukup terbisa dengan hal tersebut Bunda bisa mulai memberikan dorongan bagi Si Kecil untuk mencoba menyapa orang-orang yang ia kenal baik saudara maupun teman-temannya sampai ia terbiasa.

Bunda dapat mengajak Si Kecil berkomunikasi secara interaktif mengutarakan perasaannya sambil memberikan rangsangan agar si Kecil mau bertanya secara aktif dan merespon setiap perkataan Bunda. Barulah setelah si Kecil cukup mahir bertanya, Bunda dapat memberikan dorongan agar si Kecil mulai aktif menyapa dan bertanya kepada teman-temannya sebagai langkah awal pendekatan untuk membangun interaksi sosialnya.

2. Mendukung sikap berempati
Setelah si Kecil terbiasa bertanya kepada temannya, Bunda dapat mengajarkan sikap berempati kepada teman-temannya, seperti mengucapkan selamat ulang tahun, membantu temannya mengerjakan pekerjaan tertentu. Bunda dapat juga mendukung sikap Empati si Kecil dengan membacakan cerita tentang tokoh yang senang menolong orang lain atau mengajarkan empati lewat hobi seperti memberi makan hewan peliharaan.

3. Mendorong si Kecil agar mulai membangun relasi dengan kelompoknya
Dukungan dan pengajaran yang telah Bunda ajarkan agar si Kecil dapat aktif menyapa, bertanya dan berempati bisa digunakan sebagai modal bagi si Kecil untuk mulai membangun relasi dalam kelompoknya hingga ia terbiasa dan tidak canggung bergaul bersama teman-temannya.

4. Membiasakan si Kecil berbaur dengan teman sebayanya
Agar si Kecil mahir berinteraksi, Bunda harus membiarkan si Kecil sering berbaur dengan teman-temannya, seperti di Play group, Taman Kanak-Kanak dan lingkungan kerabat atau saudara-saudaranya agar ia terbiasa menghadapi berbagai karakter anak yang berbeda-beda. Si Kecil yang terbiasa bertemu dan bermain bersama anak-anak sebaya di lingkungan keluarga besarnya yang tentunya akan memiliki karakter-karakter anak yang berbeda-beda dengan sendirinya akan melatih si Kecil agar terbiasa dan mahir bergaul.

Namun Bunda jangan harus selalu mengawasi Si Kecil ketika berbaur dengan teman sebayanya, terutama ketika bermain bersama anak-anak yang berkarakter agresif bahkan cenderung merusak seperti berani memukul, mendorong temannya sampai jatuh dan lain sebagainya, selain harus memastikan bahwa Si Kecil aman ketika bermain bersama juga agar si kecil tidak ketularan sifat-sifat agresif yang kurang baik dan cenderung melakukan perusakan.
Previous
Next Post »