Friday, 21 July 2017

Kelebihan Dan Kekurangan BMW E90 320i dan 325i Lengkap Ulasan Review Spesifikasi dan Harga

Kelebihan Dan Kekurangan BMW E90 320i & 325i - Memang benar adanya Citra BMW sebagai produsen otomotif yang mengedepankan unsur dinamisme berkendara khususnya pada Seri-3. Dan yang berbeda dari golongan sebelumnya, semua elemen sporty kini telah diterapkan dengan sangat sempurna pada Seri-3 dan akhirnya terbukti pada beberapa generasi diantaranya seperti BMW E30 Seri-3, E36 Seri-3 dan E46 Seri-3.

Berkaca dari kesuksesan tersebut, akhirnya BMW melahirkan sebuah mahakarya terbaru yang diberi nama kode E90. BMW E90 bertugas untuk melanjutkan kesuksesan dari E46, yang telah mampu meraih torehan penjualan sangat mengagumkan di seluruh belahan dunia.
Kemudian pada tahun 2005, BMW E90 ini dirilis sebagai model 2006. BMW E90 yang sangat bergeming di kelas sedan kompak eksekutif ini di desain Joji Nagashima yang merupakan desainer profesional asal Jepang, dimana desain BMW E90 sebenarnya sudah dikembangkan sejak tahun 2002.

Sedangkan untuk varian converible dan coupe di desain oleh Marc Michael Markefka. Terdapat sedikit perubahan pada sistem penamaan berdasarkan body style pada generasi ini. Setiap varian generasi kelima dari BMW Seri-3 mengenakan kode body yang berbeda pada ujungnya dengan kode awalan tetap E9. Diantaranya adalah BMW E90 versi sedan, E91 versi Wagon, E92 versi Coupe dan E93 untuk versi Convertible. Berbeda dengan generasi sebelumnya dimana seluruh varian menyandang kode E46.
Dimulai pada akhir tahun 2005, BMW E90 hadir di tanah air Indonesia, yang secara langsung diimpor (CBU) di bawah naungan dan tanggung jawab BMW Indonesia sebelum mobil ini dirakit secara lokal. Unit CBU dengan kelebihan utamanya yaitu adanya perlengkapan sunroof dan engine push start button sebagai standar.

Untuk tipe-tipenya, pertama kali muncul melalui tipe 320i, 325i dan 330i yang sangat terbatas kehadiranya. Tipe 320i kebanyakan dijual dalam pilihan trim business, lifestyle, executive, sport, dan ultimate. Untuk tipe 320i, dibekali mesin N46B20 dengan kapasitas 2.000 cc, 325i dengan mesin N52B25 kapasitas 2.500cc sedangkan tipe 330i mengusung mesin N52B30 yang berkapasitas 3.000cc. Pada generasi ini, BMW kembali menggunakan kode nama mesin untuk setiap tipe sesuai dengan tata nama yang sebelumnya pernah tidak tertata pada generasi E36 dan E46.

Selanjutnya, dengan cara melakukan facelift di tahun 2009 BMW melakukan sebuah inovasi. Facelift pada generasi ini lebih dikenal dengan alias Life Cycle Impulse atau disingkat LCI. Di periode ini, BMW telah menghapus versi lifestyle, sehingga kini hanya ada versi trim Business, Executive, Sport, Ultimate.

Disini, tipe 325i menjadi tipe tertinggi karena tipe 330i yang hanya dapat dibeli lewat orderan khusus ke dealer BMW. Di sektor dapur pacu, BMW menggantikan mesin 320i yang awalnya menggunakan kode N46B20 kini adalah N43B20, dan mesin 325i yang awalnya berkode N52B25 menjadi N53B25. Sedangkan 330i facelift yang dibekali mesin baru tidak lagi dijual di pasaran Indonesia dikarenakan minimnya peminat dan juga harganya yang sangat mahal untuk ukuran pasar Indonesia.

Di pembagian sedan kompak eksekutif, BMW E90 yang posisi marketnya di bawah BMW E60 Seri-5 ini mendapatkan persaingan yang cukup dahsyat dari para rivalnya. Beberapa rival E90 antara lain adalah Audi A4 B7, Audi A4 B8 dan Mercedes W204 C-Class, Peugeot 407 Sedan, serta Volvo S40 Gen2. 

Sedangkan rival yang berada di kubu pabrikan Jepang terdapat Honda Civic FD, Toyota Corolla Altis Gen2, dan juga Mitsubishi Lancer EX. Hingga akhirnya penjualan BMW E90 pada tahun 2012 akhirnya dihentikan setelah BMW F30 dikenalkan ke hadapan publik sebagai generasi keenam dari BMW Seri-3.


Eksterior BMW E90

BMW Seri-3 generasi kelima ini mengusung rancangan atau styling yang lebih modern daripada generasi yang sebelumnya. Bentuk dari kerangka body diantaranya jauh berbeda. Tampilan depannya nampak lebih sporty, ditambah lagi dukungan adanya garis grille yang menyatu dengan bumper mulai atas hingga ke bagian bawah. Pada model prefacelift belum mengadopsi lampu proyektor, E90 khususnya tipe 320i. 
Sehingga para pemilik kebanyakan memodifikasinya dengan lampu proyektor aftermarket. Selain itu, bentuk bumper tampak elegan dengan sebuah garis memanjang dari di samping lampu fog lamp. Khusus tipe 320i business, belum dilengkapi dengan lampu fog lamp karena memang ditujukan sebagai tipe paling ekonomis.
Saat facelift dilakukan, dengan sentuhan sporty BMW LCI mendapatkan penyegaran . Desain kidney grill khas BMW adalah salah satunya yang kini lebih lebar dan lebih membulat, menggunakan proyektor sebagai lampu utama dengan reflektor model baru, ditambah lagi lampu sein LED serta desain baru pada bumper. Desain bumper yang mulanya tampak elegan diubah menjadi lebih sporty berkat lekukan di sekitar area lampu fog lamp. Dan bukan hanya itu saja, di sekeliling area lampu fog lamp juga ditambah sentuhan aksen krom agar tampak lebih mewah.
Eksterior Depan BMW E90 LCI
Dibagian samping ada perubahan besar dari pendahulunya, bagian ini dimana nampak dimensi E90 lebih luas dari BMW E46, dengan panjang 49 mm dan lebar 78 mm . Dengan perubahan itu, kini tentu saja pada bagian ruang penumpang yang menjadi kelemahan pada E46 bisa di atasi oleh  E90. Dengan dimensi yang spesifik panjangnya 4.520mm, lebar 1.817mm dan tinggi 1.421mm dengan panjang sumbu roda 2.760 mm. Sangat nampak sekali bahwa adanya fitur tambahan dalam keluarga Seri-3, yaitu sebuah shark fin antenna.
Eksterior Samping BMW E90 Prefacelift
Namun untuk profil samping E90 tidak banyak mengalami perubahan desain pada varian facelift, antara prefacelift dan juga facelift. BMW hanya mengganti model velg seperti biasanya pada varian yang terbaru ini. Selebihnya, BMW menggunakan spion yang standart yang aerodinamis, dari yang awalnya cenderung berbentuk bulat.
Eksterior Samping BMW E90 LCI
Dan untuk area bagian belakang, dimotif dengan adanya garis yang tegas melekat di sepanjang area bagasi. Desainnya sangat tegas dan nampak jauh lebih menarik dibanding E46. Tapi sayangnya pada BMW ini ternyata banyak mendapat kritik pedas, karena rupanya desain dinilai tidak lebih elegant dari E46. Pada mulanya, pada varian prefacelift belum menggunakan lampu LED untuk belakang. Dan lagi ciri khas sporty yang melekat ala BMW L shape benar benar sirna disini. Sehingga mengakibatkan, reputasi E90 belum bisa dikatakan atau dianggap mampu bersaing dengan E46 yang mempunyai fans besar yang fanatik di seluruh dunia.

Eksterior Belakang BMW E90 Prefacelift

Dalam rangka menutupi kelemahan dan kekurangan yang ada sebelumnya, akhirnya BMW mulai memperbaiki pada desain E90 ketika melakukan facelift (LCI). BMW kembali mengusung ciri khas desain L shape yang sebelumnya sempat dihilangkan pada E90. Desain pada lampu bagian bagasi pun dirubah secara total dengan memberikan bentuk reflektor baru dengan ditambahi grafik mika. Stop lamp ini juga mengadopsi tekonologi LED yang sudah terbukti mampu memberi pancaran sinar yang lebih terang serta memiliki daya tahan yang lebih awet dibanding lampu biasa. Bukan hanya itu, ternyata desain pada bumper belakang juga ada sedikit perubahan sehingga lebih mendukung tampilan depannya lebih sporty.

Eksterior Belakang BMW E90 LCI

Kalau membahas bagian interior. BMW E90 memberikan nuansa mewah dengan menggunakan bahan yang jauh lebih mempunyai kualitas dibanding dengan pendahulunya serta juga adanya peningkatan built quality. Kabin bagian depan juga dirasa lebih plong. Tapi justru sensasi driver oriented yang lebih dikenal pada generasi 3-Series sebelumnya sangat terasa menurun signifikan pada E90, karena arah dashboard tidak lagi condong ke arah pengemudi. Meski demikian, tombol tombol yang ada pada panel kontrol di dashboard masih mudah diraih dan dikendalikan oleh pengemudi.

Fiturnya sendiri pun bisa dibilang lengkap, dimana pada unit CBU juga dipasangkan sunroof, push start button, jok kulit. Sedangkan fitur ini tak lagi digunakan pada unit CKD kecuali jok kulit, dan itupun yang hanya dihadirkan pada tipe tertentu saja.

Fitur elektrikal di kursi depan, lampu interior ambient light, dan lampu pada kaki penumpang belakang. Fitur tersebut kini tidak hadir lagi pada trim business. Fitur ini hanya hadir pada trim executive dan ultimate. Dengan fitur yang jauh lebih lengkap seperti tombol audio di setir dan MID.

Interior BMW E90 Prefacelift

Adanya gubahan desain interior pun juga diusung ketika E90 LCI hadir. Peningkatan dan perbaikan kualitas yang dilakukan ini dinilai cukup signifikan karena BMW menambahkan banyak fitur baru seperti yang paling mencolok adalah fitur iDrive menggunakan LCD (terkecuali business) yang dapat dikontrol melalui roda dial yang tepat berada di bagian samping tuas rem tangan. LCD yang terletak di bagian tengah atas dashboard ini mempunyai resolusi tinggi dan mampu menampilkan fitur iDrive dengan sangat jelas sehingga kesannya lebih modern.

Dengan dibekali fitur iDrive, memungkinkan anda untuk mengoperasikan GPS secara akurat meskipun dalam mode offline, serta juga bisa memutar musik menggunakan iPod, MP3 player dan juga bisa menggunakan USB. iDrive sendiri pun dibekali ruang penyimpanan sebesar 80 Giga Byte.

Peningkatan mencolok selanjutnya adalah desain pada roda kemudi dengan aksen aluminium di setiap sisi yang menjadikan tampak lebih sporty, serta dihilangkanya lubang kunci. Sebagai gantinya dapat dinyalakan menggunakan tombol push start yang sebelumnya sudah pernah ada pada varian CBU prefacelift (Khusus untuk tipe 325i facelift), memakai paddle shift di balik roda kemudi sehingga memudahkan pengemudi untuk mengatur transmisi tanpa harus menggunakan tuas matic dan juga hadirnya sunroof sebagai kelengkapan standar.

Interior BMW E90 Facelift (LCI)

Berikut ini adalah contoh foto dari kabin bagian belakang BMW E90. Tentu saja kabin jadi lebih luas sehingga lebih luwes pada ruang kaki dan lutut. Sayangnya, posisi jok bagian belakang BMW E90 dibuat tegak dan terkadang ini membuat rasa yang kurang nyaman digunakan saat melakukan perjalanan jarak jauh. Namun faktanya BMW sendiri memberi pernyataan bahwa posisi yang tegak seperti pada E90 jauh lebih menyehatkan dibandingkan posisi yang agak membuat penumpang rebah. Lebih dari itu, BMW E90 juga menambahkan fitur baru dimana adanya sepasang lubang pada bagian belakang panel konsol yang digunakan sebagai sirkulasi AC yang sebelumnya belum hadir pada E46.

Kabin Belakang BMW E90

Kinerja dan Performa Mesin BMW E90 

BMW E90 ini hanya diproduksi dengan tiga pilihan mesin saja, berbeda dengan pendahulunya yang di produksi dengan cukup banyak pilihan mesin. Pertama mesin dengan kapasitas 2.0 liter 4 silinder segaris 16 katup berkode N46B20. Sebelumnya, mesin ini pernah menjadi unggulan pada varian 320i E46 edisi terakhir, sebagai andalannya yang menggunakan teknologi Double VANOS. Menghasilkan tenaga yang hanya sebatas 148 HP pada 6.200 RPM dan torsi maksimum 200 Nm pada 3.600 RPM. Begitu juga dengan mesin N42, mesin N46 dikenal agak rewel karena banyak beberapa problem. Misalnya yang paling sering adalah knalpot dengan asap yang ngebul dan juga radiator yang bercampur oli.

Mesin N46B20 BMW E90

Pada periode LCI, BMW tipe 320i yang bermesin N46 diganti dengan N43B20. Pengoperasian memang sama seperti N46 yaitu dengan 4 silinder segaris 16 katup DOHC dengan Double VANOS. Yang berbeda hanya mesin N43 ini membawa teknologi direct injection tanpa adanya sistem katup otomatis yaitu valvetronic. Bukan hanya itu saja, dipasangkanya piston edisi terbaru yang berguna meningkatkan rasio kompresi sehingga menjadi 12:1. Untuk tenaganya bisa meningkat menjadi 170 HP di putaran 6.700 RPM dan puncak torsi 210 Nm pada 4.250 RPM. Menurut kabar burung yang beredar, mesin N46 ini akan terus digunakan di negara Indonesia hingga akhir produksi dari E90, sedangkan untuk mesin N43 sendiri hanya akan diterbitkan di pasar Eropa saja.

Mesin N43B20 BMW E90

Selebihnya dengan mesin N52B25 yang menjadi andalan utama dari tipe 325i prefacelift menggantikan M54 yang dahulunya ada pada E46. Mesin ini mengusung komposisi 6 silinder segaris 24 katup DOHC dan juga Double VANOS. Dibanding dengan sebelumnya, mesin N52 ini jauh lebih ringan karena menggunakan bahan aluminium dan magnesium pada blok silinder. Sementara, sistem katup valvetronic juga diterapkan untuk meningkatkan output mesin yang juga mengurangi penggunaan bahan bakar. Tenaga yang bisa dihasilkan oleh mesin ini mencapai 204 HP pada 6.400 RPM dan torsi 250 Nm pada 2.750 - 3.000 RPM.

Mesin N52B25 BMW E90

Untuk tahapan facelift (LCI), 325i juga dilakukan update yang awal mulanya menggunakan mesin N52B25 menjadi N53B25. Sama halnya mesin N52 yang dikonfigurasikan pada 320i LCI, mesin N53 kini juga menggunakan direct injection dan sudah tidak mengadopsi sistem valvetronic. Namun output mesin malah mengalami penurunan menjadi 190 HP saat berada di putaran 6.300 RPM dan torsi maksimalnya menjadi 235 Nm pada 3.500 RPM. Desas desusnya, mesin ini hanya ada di pasar Eropa dan belum masuk Indonesia sampai saat ini.

Mesin N53B25 BMW E90

Terakhir, mesin N52B30 juga diterapkan pada BMW tipe 330i sebagai tipe paling tinggi di antara golongan E90 yang di poduksi secara terbatas untuk pasar Indonesia. Mesin N52B30 memiliki konstruksi dan juga serta common part dengan N52B25. Tenaga yang dihasilkan mampu mencapai 231 HP di putaran 6.500 RPM dan torsi 270 Nm pada 2.750 RPM.

Mesin N52B30 BMW E90

Impresi dan Handling BMW E90

Jika dipandang dari sisi desain interior, perubahan yang ada dari seri-3 generasi ini memang terasa kurang maksimal. Mungkin inilah yang menjadi alasan utama dari sekian banyak pengguna E46 merasa enggan memilih atau berganti ke BMW E90. Namun dari segi handling, terdapat peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan pendahulunya. Masalah ini disebabkan pembagian alokasi berat yang lebih baik, serta juga hadirnya fitur Dynamic Stability Control (DSC) yang sangat sangat nyaman saat menikung, understeer dan oversteer.

Meskipun demikian, tidak luput juga E90 dari beberapa kelemahan yang mengakibatkan kurangnya kenyamanan untuk penumpang bagian belakang, karena ruang kaki yang terbilang sempit dan bantinganyang lumayan keras karena penggunaan yang diterapkan adalah ban Run Flate Tire (RFT). Ban RFT yang memungkinkan tahan jarak tempuh sejauh 150km yang maksimal kecepatanya 80 km/jam tanpa adanya udara dalam ban tersebut.

Yang tentu saja E90 ini tidak memiliki ruang ban serep dibagasinya. Bagusnya, sistem suspensi varian facelift ini mendapatkan sentuhan sehingga bantingannya jauh terasa lebih nyaman. Untuk sistem Rem yang digunakan, BMW E90 mengadopsi teknologi Brake Standby. Yang berfungsi untuk mengkondisikan kampas rem makin dekat dengan cakram saat pengemudi melepaskan pedal secara mendadak.

Spesifikasi BMW E90 

  • Mesin : N46B20 2.0 liter (320i prefacelift) ; N43B20 2.0 liter (320i facelift) ; N52B25 2.5 liter (325i prefacelift), N53B25 2.5 liter (325i facelift), N52B30 (330i). 
  • Konfigurasi : 4 silinder segaris 16 katup DOHC Double VANOS (320i) ; 6 silinder segaris 24 katup DOHC Double VANOS (325i, 330i). 
  • Tenaga : 148 HP @6.200 RPM (320i N46) ; 170 HP @6.700 RPM (320i N43) ; 204 HP @6.400 RPM (325i N52) ; 190 HP @6.300 RPM (325i N53) ; 231 HP @6.500 RPM (330i N52). 
  • Torsi : 200 Nm @3.600 RPM (320i N46) ; 210 Nm @4.250 RPM (320i N43) ; 250 Nm @2.750-3.000 RPM (325i N52) ; 235 Nm @3.500 RPM (325i N53) ; 270 Nm @2.750 RPM (330i N52). 
  • Bore x stroke : 84 mm x 90 mm (320i N46, 320i N43) ; 82 mm x 78.8 mm (325i N52, 325i N53) ; 85 mm x 88 mm (330i N52). 
  • Rasio kompresi : 10.5:1 (320i N46) ; 12:1 (320i N43, 325i N53) ; 11:1 (325i N52) ; 10.7:1 (330i N52). 
  • Konsumsi BBM : 8-10 km/L (dalam kota) ; 9-12 km/L (luar kota). 
  • Transmisi : Matic Streptonic 6 percepatan. 
  • Suspensi : Depan Mac Pherson Strut, belakang multi link. 
  • Rival : Mercedes W204 C-Class, Audi A4 B7 dan Audi A4 B8, Peugeot 407 Sedan, Volvo S40 Gen2, Honda Civic FD, Toyota Corolla Altis Gen2, dan juga Mitsubishi Lancer EX. 
  • Tahun Penjualan : 2005 - 2008 (prefacelift) ; 2009 - 2011 (facelift/LCI). 

Harga BMW E90 Update Terbaru

  • Harga BMW E90 320i : 130 juta - 310 juta. 
  • Harga BMW E90 325i : 160 juta - 330 juta. 
  • Harga BMW E90 330i : 250 juta - 400 juta. 

Kelebihan BMW E90 

  • Desain yang lebih modern. 
  • Mesin begitu responsif (kecuali 320i). 
  • Fitur kabin dan keselamatan lebih maksimal. 
  • Handling lebih mantap. 
  • Fun to drive. 
  • Dibekali teknologi iDrive (330i). 
  • Harga bisa dibilang terjangkau. 
  • Suara yang dihasilkan lebih halus karena mesin 6 silinder. 

Kekurangan BMW E90 

  • Interior yang monoton. 
  • Mesin yang kadang bermasalah (320i). 
  • Daya tahan yang kurang baik pada material kabin. 
  • Penggunaan BBM yang bisa dibilang boros. 
  • menggunakan Ban RFT yang mengakibatkan bantingan keras. 
  • Jok belakang yang didesain tegak, mudah lelah.. 
  • Sempitnya ruang belakang. 
  • Sensitifnya Sistem elektrikal. 
  • Mahalnya Pajak dan juga biaya untuk perawatan. 
  • Resale value yang anjlok.
Demikianlah review dari spesifikasi BMW E90, Kelebihan dan kekurangan 320i dan 325i yang bisa saya ulas. Juga ulasan tentang harga BMW E90. Semoga bisa menjadi penyegar bagi para pembaca yang hendak membeli BMW E90, mungkin dari sini anda bisa menentukan mau pili tipe 325i yang performa dan mesinya resposif atau memilih tipe 320i yang biaya operasionalnya terjangkau. Anda juga harus mengetahui dan mengenal berbagai jenis mesin dan macam seri BMW. Semoga bermanfaat ...

Terimkasih terlah berkunjung ke ADNIAN. Silakan juga baca artikel lain tentang mobil BMW lainnya.

 

Saturday, 1 July 2017

Berbagai jenis mesin dan macam seri BMW di Indonesia yang harus diketahui pecinta mobil BMW [lengkap]

Berbagai jenis mesin dan macam seri BMW dipasar Indonesia dan harus diketahui pecinta mobil BMW [lengkap]. Untuk mengetahui mobil BMW. pasti anda mesti mengetahui seri BMW yang menginginkan anda punyai. Untuk ketahui yang seri bmw paling hemat, seri bmw yang paling bandel serta awet, seri bmw paling baik di kelasnya, seri bmw yang paling gampang perawatannya yang perlu anda kenali yaitu mengetahui spesifikasi seri dari BMW tersebut. Di bawah ini beragam seri BMW yang berada di market serta sudah pasti ada pula bmw yang dipasarkan di indonesia serta ada bmw yang spesial dipasarkan di negara spesifik.








JENIS DAN MACAM BMW SERI i

BMW i yaitu sub-merek BMW yang dibangun pada tahun 2011 untuk membuat serta menghasilkan kendaraan listrik plug-in. Gagasan awal sub-merek menyerukan pembebasan dua kendaraan ; produksi seri mobil all-electric BMW i3 diawali pada bln. September 2013, serta peluncuran pasar berjalan pada bln. November 2013 dengan pengiriman ritel pertama di Jerman. Mobil sport plug-in BMW i8 di luncurkan di Jerman pada bln. Juni 2014. Paduan penjualan jenis merk BMW saya menjangkau tonggak 50. 000 unit pada bln. Januari 2016. 58 Dua tahun sesudah dikenalkan, BMW i3 tempati posisi ke-3 dengan penjualan all-electric car paling baik selama histori. Penjualan global BMW i3 menjangkau tonggak 50. 000 unit pada bln. Juli 2016.

Pada bln. Februari 2016, BMW menginformasikan pengenalan jenis " iPerformance ", yang juga akan diberi pada semuanya kendaraan hibrida plug-in BMW mulai Juli 2016. Maksudnya yaitu untuk memberi tanda yang tampak dari transfer tehnologi dari BMW i ke Merk inti BMW Penunjukan baru ini juga akan dipakai pertama pada varian hibrida plug-in dari BMW Seri 7 paling baru. Penjualan global semuanya jenis plug-in listrik BMW menjangkau tonggak 100. 000 unit pada awal November 2016, yang terbagi dalam lebih dari 60. 000 BMW i3, lebih dari 10. 000 BMW i8, serta sekitaran 30. 000 dari paduan penjualan semuanya jenis hibrida plug-in BMW iPerformance.



Pada November 2016, empat jenis elektrik BMW sudah dilaunching, BMW X5 xDrive40e iPerformance, BMW 225xe iPerformance Active Tourer, BMW 330e iPerformance, serta BMW 740e iPerformance. BMW 530e iPerformance dijadwalkan juga akan dilaunching di Eropa pada bln. Maret 2017 jadi sisi dari seri BMW 5 Series generasi ke-7 mendatang. Pada bln. November 2016, BMW menginformasikan kalau perusahaan itu juga akan kirim 60. 000 jenis i serta iPerformance elektrik saya pada tahun 2016, serta tujuan penjualan 100. 000 unit untuk tahun 2017. BMW mengambil keputusan maksud untuk memperluas pangsa jenis listriknya pada 15% serta 25 persen penjualan pada tahun 2025, saat baterai sudah melipatgandakan kemampuannya.

Pada 2014, BMW meningkatkan prototipe lampu jalan yang diperlengkapi soket listrik untuk isi daya mobil listrik, yang dimaksud Light and Charge. Dua dari sarana pengisian ini dipasang di markas besar BMW di Munich.

Pada tahun 2015, BMW bekerja bersama dengan SCHERM Group sudah mulai mengadakan truk listrik di berjalan-jalan Eropa, membuatnya perusahaan pertama yang sempat mengerjakannya. Truk tersebut di produksi oleh Terberg Group, satu diantara penyuplai kendaraan spesialis berdiri sendiri paling besar didunia.



JENIS DAN MACAM BMW SERI M

BMW M, " M " (untuk Motorsport) awal mulanya di buat untuk memfasilitasi program balap BMW, yang begitu berhasil di tahun 1960an serta 1970an. Seiring waktu berjalan, BMW M mulai lengkapi portofolio kendaraan BMW dengan jenis trim trim yang dimodifikasi dengan spesial, yang saat ini paling di kenal oleh orang-orang umum. Mobil-mobil M-badged ini dengan tradisionil memasukkan mesin modifikasi, transmisi, suspensi, trim interior, aerodinamika, serta modifikasi eksterior untuk membedakannya dari beberapa rekanan mereka. Semuanya jenis M ditest serta disetel di sarana pribadi BMW di circuit balap N├╝rburgring di Jerman. BMW M juga tetaplah jadi hanya satu perusahaan berbasiskan kemampuan yang dapat mengendarai sepeda motor ketika berbarengan, terutama BMW S1000RR.


Sekarang ini, BMW M sudah tawarkan versus modifikasi dari nyaris tiap-tiap papan nama BMW, terkecuali sedan elegan favorit Z1, 7 Series serta SUV crossover X1 serta X3 kompak. Tak ada versus BMW M dari Seri 7, karena BMW tidak inginkan sedan andalannya ditenagai oleh mesin revving tinggi, serta seperti versus perform paling baik paling baru (umumnya BMW 760Li) mempunyai mesin V12 yang kuat dipandang sangat berat untuk cabang sporty. Selama ini " BMW M7 " tidak resmi yaitu Alpina B7, yang di produksi di lini perakitan BMW walau mesin serta sentuhan pada akhirnya dikerjakan oleh tuner automatis Alpina. Tetapi, karena BMW M berubah ke mesin turbocharged, ada desas-desus kalau ada BMW M7 dalam pekerjaannya, serta diprediksikan kalau kemampuannya mungkin saja lebih dari yang dari BMW 760Li serta Alpina B7.

Kendaraan sport BMW X5 serta X6 memperoleh turunan M untuk jenis tahun 2010 dan sebagainya. Ini yaitu kendaraan M pertama dengan xDrive four-wheel drive serta transmisi automatis, dan jenis SUV M-badged pertama. Tetapi, E70 serta E71 X5 serta X6 M sesungguhnya diperkembang oleh BMW Group bukanlah oleh BMW M.

Walau ini dipandang jadi divisi tuning in-house yang paling populer, BMW M mempunyai filosofi yang jauh berlainan dari Mercedes-AMG. BMW M sudah mengutamakan cuma menyetel kendaraan dengan " kelincahan Lateral " (yang sudah lama jadi Seri 3, Seri 5, serta roadsters), sesaat AMG sudah membuat versus perform tinggi dari banyak nameplates-nya, termasuk juga sedan serta SUV andalan. Dengan hal tersebut, " mobil M mesti responsif serta dengan fundamental tertarik untuk berputar-putar serta percepatnya. Spesifikasi tehnis M5 yaitu mengenai menghubungkan pengemudi ke mobil yang bereaksi secara cepat, apapun keinginan sopirnya turun. " Hingga tahun jenis 2010, BMW M juga tidak sempat memakai supercharging atau turbocharging, tidak seperti Mercedes-AMG atau Audi ; umpamanya iterasi E39 serta E60 dari BMW M5 (memakai mesin naturally aspirated) berkompetisi dengan Mercedes-Benz E55 AMG (dengan V8 supercharged) serta Audi RS6 (twin-turbo).

Kendaraan BMW M umumnya memakai manual serta transmisi semi-otomatis (type paling baru yaitu transmisi kopling ganda), berlainan dengan Mercedes-AMG yang beberapa besar mempunyai transmisi automatis (transmisi dual-speed AMG SpeedShift MCT dual-speed pada jenis baru dari tahun 2009 dan sebagainya). Tetapi, BMW X5 M serta X6 M yaitu kendaraan M-pertama yang di tawarkan dengan transmisi automatis, unit Steptronic 6 kecepatan, karena ini bekerja dengan xDrive.

Mesin BMW M dengan tradisionil mempunyai perpindahan besar yang disedot dengan alami dengan mesin revving tinggi, terlebih S85 V10 di E60 M5 serta E63 M6 serta S65 V8 yang berkaitan di E90 M3. Ini yaitu mesin BMW yang paling kuat yang sempat ada (tidak termasuk juga BMW S70/2) tanpa ada supercharging atau turbocharging, dengan output 100 ponsel per liter perpindahan, serta semasing sudah memenangi International Engine of the Year Awards. Pada akhir tahun 2000an, BMW berasumsi dipaksa-induksi (supercharging atau turbocharging) jadi jalan pintas berteknologi rendah untuk tingkatkan tenaga kuda, yang menyebutkan kalau ini menaikkan berat serta kompleksitas sembari kurangi tanggapan throttle. 10 BMW puritan sudah mencatat kalau sesaat dipaksa induksi serta/atau perpindahan besar tidak hasilkan semakin banyak torsi untuk mengemudi keseharian yang tambah baik, umumnya dari mereka suka pada " ciri-khas " serta nada mesin perpindahan rendah yang disedot dengan alami dengan redline tinggi.


Tetapi, trend ketentuan internasional akhir 2000-an untuk kurangi emisi CO2 serta mengkonsumsi bahan bakar disebut-sebut jadi argumen tidak untuk meneruskan pengembangan selanjutnya pada mesin redline tinggi yang disedot dengan alami. N54 twin-turbo inline-6 ​​yang mulai kiprahnya di BMW 335i 2007 (E90) memberi kemampuan yang nyaris sama dengan iterasi E46 serta E90 dari BMW M3, sesaat tambah lebih praktis serta irit bahan bakar jadi pengemudi harian. Diawali dengan X5 M serta X6 M, serta dipertunjukkan di F10 M5, BMW memakai s63 twin-turbocharged yang bukan sekedar hasilkan tenaga kuda serta torsi semakin banyak, tetapi juga lebih efektif dari pada S85 V10. Juga tidak seperti S85 serta S65 yg tidak sharing design dengan mesin BMW non-M, S63 mempunyai persamaan sisi yang penting dengan mesin N63 V8 basic (yang mempunyai turbocharger kembar) hingga harga nya lebih murah untuk dibuat. 15 16 Sekarang ini (2012), BMW belum juga memperhitungkan supercharging.

Pada jenis tahun 2013, BMW M3 (E92/E93) yaitu hanya satu mobil " tradisionil " M yang tersisa, karena deretan mesin M yang lain mempunyai mesin turbocharged, serta iterasi selanjutnya dari M3 (F80) serta M4 (F82/F83) diperlengkapi mesin twin turbo straight-6.

KODE PADA SERI BMW

Jadi jika beli BMW terkecuali cermati typenya juga cermati tahun membuatnya. Karenanya barusan seri sama namun tahun lain dapat lain banget specnya. Contoh : E30 M40 dg E36 M40, bodi lain, mesin sama namun panjang langkah piston serta ECU Managementnya juga telah berlainan.




BMW ada yang berkode E serta M, E=kode chasis ; M=kode engine. Yang di Indonesia biasanya ada E30, E36, E34, E46, E90 etc.
Engine yang umum berada di Indonesia yaitu M10, M20 (jarang…), M40 (paling banyak), M43, M50, M52, dibarengi seri N pada generasi 2002.
Diawali dari M40 kode engine umumnya dibarengi kode beda contoh : M40B18 (1800 cc), M50B20 (2000 cc) dst…
Mesin kode M40 dipakai pada BMW type E30 318i dari tahun 1988-1995, dari tahun 1992 bodinya ganti ke type E36 (bulldog).

Pada tahun 1996 bodinya tetep E36 namun mesinnya ganti ke type M43, bedanya di mesin ini tak akan dipakai timing belt, tp timing chain (rantai kamprat), mesin ini selalu digunakan bahkan juga saat bodi bertukar ke type E46 sampai tahun 2001, baru kemudian ganti pakai engine type N di mana masih tetap dimaksud 318i tp volume/cc nya telah ke 2000 cc.
Jadi jika ingin beli type E46 318i agar lain sekalian ya beli yang 2001, sebab jika beli 2002 bermakna hanya beli bodi saja belum juga beli tehnologi engine yang lebih baru. Pada mesin 6 cyl, dengan kode M50B20 serta M50B20TU (DOHC Vanos) dipakai pd BMW 320i dan 520i keluar cuma dalam waktu relatif cepat sekitaran 1993-1994 (sebagian ada yg tahun 1995), lalu ditukar engine type M52 yang dipakai juga pada BMW 323i, cuma lain di cc saja yakni 2500 cc. Bedanya jika di M50 masih tetap dapat memakai premium namun di M52 telah rawan jika memakai premium (boring dapat aus karena berbahan dari NIKASIL).

E itu jenis chassis, berasal dari Entwicklung (german) yang berarti perkembangan atau evolusi.. konon kedepannya bakal diganti dengan kode F
BMW E3 — (1968–1977) 2.5, 2.8, 3.0, 3.3 “New Six” sedans
BMW E9 — (1969–1975) 2800CS, 3.0CS, 3.0CSL “New Six” coup├ęs
BMW E12 — (1972–1981) 5 Series
BMW E21 — (1975–1983) 3 Series
BMW E23 — (1977–1986) 7 Series
BMW E24 — (1976–1989) 6 Series
BMW E26 — (1978–1981) M1
BMW E28 — (1981–1988 ) 5 Series
BMW E30 — (1982–1991) 3 Series
BMW E31 — (1990–1999) 8 Series
BMW E32 — (1986–1994) 7 Series
BMW E34 — (1988–1995) 5 Series
BMW E36 — (1991–1999) 3 Series/Z3 (as E36/7) (1999 model as M3 only)
BMW E36/5 — (1995–1998 ) 3 Series Compact (US market known as “318ti”)
BMW E38 — (1994–2001) 7 Series
BMW E39 — (1996–2003) 5 Series
BMW E46/5 — (2000–2004) 3 Series Compact
BMW E46/4 — (1998–2005) 3 Series Sedan
BMW E46/3 — (1999–2005) 3 Series Touring/Sports Wagon
BMW E46/2 — (1999–2006) 3 Series Coupe
BMW E46/C — (1999–2006) 3 Series Convertible
BMW E52 — (2000–2004) Z8
BMW E53 — (2000–present) X5
BMW E60 — (2004–present) 5 Series
BMW E61 — (2004–present) 5 Series Touring/Sports Wagon
BMW E63 — (2004–present) 6 Series coupe
BMW E64 — (2004–present) 6 Series convertible
BMW E65 — (2002–present) 7 Series short wheelbase
BMW E66 — (2002–present) 7 Series long wheelbase
BMW E70 — future X5
BMW E83 — (2004–present) X3
BMW E85 — (2003–present) Z4
BMW E86 – (2006-present) Z4 Coupe
BMW E87 — (2004–present) 1 Series
BMW E90 — (2005–present) 3 Series
BMW E91 — (2005–present) 3 Series Touring/Sports Wagon
BMW E92 — (2006–present) 3 Series Coupe
BMW E93 — (2007-present) 3 Series Convertible
BMW F10 — (2009) 5 Series
BMW F01 — (2009) 7 Series
BMW F02 — (2009) 7 Series long wheelbase


Engine Codes, M itu teknologi asli BMW, kalo S itu dari factory lain tapi lisensi BMW (semacam rumah mode atau label motorsport division)
BMW Engine Codes
M10 4 cylinder 1.6, 1.8, 2.0
M20 6 cylinder 2.0, 2.3, 2.5, 2.7
M21 6 cylinder 2.4 (turbo charged and naturally aspirated diesel)
M30 6 cylinder 2.5, 2.8, 3.0, 3.2, 3.4, 3.2 turbo, 3.5 turbo
M40 4 cylinder 1.6, 1.8 (8 valves)
M41 4 cylinder diesel
M42 4 cylinder 1.8 (16 valves)
M43 4 cylinder (316i, 318i, 518i) – uprated 1993
M44 4 cylinder 1.9 (multi-valve)
M47 4 cylinder 2.0 diesel (8 valves)
M50 6 cylinder 2.0, 2.5 (24 valves)
M51 6 cylinder 2.5 diesel (12 valves)
M52 6 cylinder 2.0, 2.5, 2.8 (petrol/steel lined)
M54 6 cylinder 2.2, 2.5, 3.0 (24 valves)
M57 3.0 diesel
M60 8 cylinder 3.0, 4.0 (32 valves)
M62 V8 3.5, 4.4
M70 12 cylinder 5.0 (24 valves)
M73 12 cylinder 5.4 (24 valves)
M88 6 cylinder 3.5 (24 valves) M1 engine
S14 4 cylinder 2.0, 2.3, 2.5 (16 valves)
S38 6 cylinder 3.6 (24 valves) M5 315bhp
S38 6 cylinder 3.8 (24 valves) 340bhp larger bucket tappets
S50/B30 6 cylinder 3.0 (24 valves) M3 286bhp
S50/B32 6 cylinder 3.2 (24 valves) M3 321bhp
S62 V8 (32 valves) M5
S70/1 V12 5.6 (24 valves) 850CSi

Beberapa Engine code BMW yg masuk Indonesia (ATPM) :
Serie 3
untuk body E30 – 318i = M10B18 (thn 86-88 )
M40B18 (thn 88-91 )
untuk body E36 – 318i = M40B18 (thn 91-94 )
= M43B18 (thn 96-98 )
- 320i = M50B20 (thn 93-95 )
- 323i = M52B25 (thn 96-98 )
untuk body E46 – 318i = M43TUB19 (thn 99-01 )
= N42B20 (thn 02-03 )
- 323i = M52TUB25 (2000 )
- 325i = M54B25 (01-05 )
- 330i = M54B30 (2003 )
untuk body E90 – 320i = N46B20 (2005-… )
- 325i = N54B25 (2005-… )
Serie 5
Untuk body E34 – 518i = M40B18 (1992)
- 520i = M50B20 (1991-1995) VANOS/NON VANOS
- 530i = M60B30 (1995-1996) V8
Untuk body E39 – 523i = M52B25 (1996-1997) Manual / Steptronic
- 528i = M52B28 (1996-2000) Steptronic only
- 520i = M54B22 (2001-2004)
- 525i = M54B25 (2001-2004)
- 530i = M54B30 (2001-2004)
Untuk body E60 – 520i = M54B22 (2004-…)
- 530i = M54B30 (2004-…)
- 523i = N52B25 (2007-…)
- 530i = N52B30 (2007-…)
Serie 7
Untuk body E38 – 730i/iL = M60B30 (1996-1997) V8
- 735i/iL = M60B35 (1997-1999) V8
- 728i = M52TUB28 (2000) I6
untuk body E65 – 730i = N52B30 (2002-…)
- 740i = N62TUB40 (2004-…)
- 760i = N73B60 (2002-…)
untuk body E66 = serie 7 yg pake iL/ macam 735iL/745iL/760iL
Serie 1
Untuk body E87 – N45 (116i)
- N46B20 (120i)



Demikian informasi. Berbagai jenis mesin dan macam seri BMW dipasar Indonesia dan harus diketahui pecinta mobil BMW [lengkap]Semoga bermanfaat :)


Baca juga

Kelebihan Dan Kekurangan BMW E90 320i & 325i Lengkap Ulasan Review Spesifikasi dan Harga